Djarot Saiful Bertarung Di Sumatera Utara

Ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Jangan lupakan lelaki satu ini. Tipikal pemimpin Jawa yang kalem, namun memiliki keberanian dan ketegasan tanpa kompromi. Di masa kampanye (pilkada DKI yang brutal), lelaki inilah yang tanpa gentar memasuki berbagai kantong ganas lawan. Dia diusir, dia dicaci, dia dilecehkan. Namun dia terus melangkah maju, menjaga dan membela atasannya (waktu itu) sekaligus sahabat terbaiknya.

Ketika semua lawan dan jutaan orang menghujat sahabatnya yang dituduh menistakan agama - dia tetap berdiri di garda depan. Sahabatnya itu Cina dan Kristiani, dan dia sendiri adalah Jawa dan Muslim. Dua kondisi atau atribut sosial yang di negeri ini sering dihadapkan secara frontal. Tapi dia tetap menggandeng tangan dan hati sahabatnya, bahkan sampai kini - tatkala sahabatnya itu meringkuk di penjara oleh ketidakadilan.

Dia pula pejabat yang pertama kali berkata lantang : "Saya tidak terima Ahok diperlakukan seperti itu" - tatkala sahabatnya itu langsung ditahan seusai sidangnya terakhir lima bulan yang lalu.

Saat itu, mukanya berbaur antara geram dan pedih - dengan air mata berlinangan membasahi pipinya.

Bahkan putrinya berkata baru pertama kali itu melihat ayahnya menangis.

Air mata persahabatan, air mata kesetiaan, air mata cinta.

Selamat jalan pak Djarot, salah satu pejabat terbaik yang pernah dimiliki republik ini.

Dan kini, selamat berjuang di medan pertempuran baru : SUMUT. Bahkan sahabat terbaikmu - Ahok - juga menyarankan untuk berjuang di sana.

Demi masa depan bangsa keseluruha yang lebih baik

Sampai jumpa dan selamat berjuang...

#DJAROT4SUMUT1

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Friday, December 29, 2017 - 00:45
Kategori Rubrik: