Dituding sebagai Pihak Di Balik Demo di Cikeas, Ini Siaran Pers Adian Napitupulu

Sehubungan dengan beberapa tuduhan terhadap saya terkait Demo di mega kuningan akan saya jelaskan sebagai berikut :
1. Mahasiswa adalah generasi muda Intelektual. Mereka mampu berfikir dan bergerak sendiri. Jangan pernah meremehkan mereka dengan menuding kegiatan mereka di dalangi, ditunggangi dan sebagainya apalagi menunggangi sebuah pertemuan besar yang di ikuti sekitar 3.000 mahasiswa dari 500 kampus di 25 Propinsi sebagaimana disebut dalam rilis mahasiswa yg tersebar di sosmed. Tidak ada yang sanggup, (termasuk saya) untuk menggerakan kekuatan intelektual muda sebesar itu. Hanya keprihatinan, kebesaran jiwa dan hati nurani mahasiswa yang sanggup membuat mereka datang dari berbagai kota, membelah samudera dan melintasi gunung. Semangat yang sama dengan berbagai sejarah perubahan diseluruh belahan dunia yg dipelopori mahasiswa dan kaum muda.

 

2. Dari informasi yang saya dapatkan, saya tidak melihat ada yang salah dalam pertemuan mahasiswa maupun hasil pertemuan nya sebagaimana di tulis dalam pernyataan sikap mereka yang tersebar luas melalui broadcast dan sosmed lainnya, yaitu : Menolak Isu SARA, Meminta agar pelajaran Pancasila di lakukan di sekolah-sekolah, melawan organisasi yang ingin merubah Pancasila dan Pemberantasan Korupsi. Aneh bagi saya jika ada Mantan Presiden yg marah dengan aksi yang di dasari tuntutan itu. Menurut saya harusnya semua Mantan presiden, semua Jenderal, semua aparatur negara dan seluruh masyarakat mendukung sikap mahasiswa. Saran saya kalau mau komentar ya komentarlah tentang dugaan ada nya Makar jangan komentari aksi yang justeru ingin menjaga keutuhan NKRI dan menjaga Pancasila sebagai Ideologi Negara.

3. Dalam pernyataan sikap mereka tidak ada satupun menyebut nama orang ataupun organisasi atau partai politik. Dengan demikian aneh bagi saya jika ada yg merasa tersinggung sementara namanya tidak disebutkan.

4. Saya tidak tahu bagaimana mahasiswa memutuskan untuk aksi di mega kuningan tepat nya di dekat kedubes Qatar. Bila kita lihat lokasi aksi nya maka aksi itu tidak tepat di depan rumah SBY karena masih ada jarak pandang sekitar 50 an meter Kalaupun Polisi mengatakan Demo itu tanpa ijin maka itu hanya masuk kategori Tipiring alias Tindak Pidana Ringan. Saran saya tidak perlu mengomentari Tindak Pidana Ringan seperti itu karena kelas mantan presiden harusnya mengomentari Chat Sex yang beredar luas karena itu bisa merusak moral kaum muda se Indonesia.

5. Ada pihak pihak yang menuding bahwa Mobil Terano yang membawa nasi bungkus adalah mobil milik saya. Mobil saya juga Terano tapi Plat Mobil saya bukan B 2124 ZO tetapi plat Mobil Solo yaitu AD 1 AN. Saran saya tidak perlu buang waktu mencari siapa pemilik mobil, siapa yang masak nasi, siapa yang bungkus karena mengirimkan nasi untuk Aksi yang tidak bertujuan MAKAR bukanlah kejahatan.

6. Baiknya SBY tidak perlu takut dan mengecam Mahasiswa yang hanya bermodalkan Spanduk dan Pengeras Suara dengan tuntutan yang 1000% masuk diakal. Kalau mau takut maka takut dan kecamlah pelaku Pemboman karena itu merenggut jiwa manusia. Kalau mau takut dan mengecam maka Kecamlah Mantan mantan Menteri yang di tangkap KPK karena Korupsi mereka memiskinkan Rakyat.

7. Benar saya datang ke acara Jambore seperti juga sekian banyak pembicara yang juga datang ke acara itu. Saya datang bersama Isteri saya, dan saya tidak berbicara sepatah katapun di Panggung Forum Terhormat Jambore itu, saya hanya bertemu dengan mahasiswa dari beberapa daerah yang ingin menyampaikan masalah masalah di daerahnya karena itu bagian dari tugas saya sebagai anggota DPR. Saya juga bertemu dengan banyak aktivis 98 lain yang berasal dari partai yang berbeda beda, bahkan ada yang kalau tidak salah pernah menjabat sebagai pengurus di Partai Demokrat. Benar panitia meminta saya untuk menjadi pembicara mewakili aktivis 98 tapi saya menolak karena sudah ada sekitar 4 aktivis 98 yang menjadi Pembicara di Forum Jambore itu. Saat saya datang masih banyak peserta yang antri makanan dari dapur umum dan saat itu terdengar teriakan "bubarkan panitia!" Mendengar itu saya tertawa karena itulah gaya orisinil Mahasiswa, mungkin juga gaya saya 20 an tahun lalu.
8. Masih banyak sebenarnya yang ingin saya komentari sampai hal yang sekecil kecilnya termasuk semua yang beredar di situs situs hoax dan aneka sosmed lainnya, tapi saya putuskan untuk tidak berlebihan agar jelas bahwa saya, Adian Napitupulu berbeda dengan SBY.

Hormat Saya
Adian Napitupulu
No Hp 081381358654
Wednesday, February 8, 2017 - 13:45
Kategori Rubrik: