Ditolak Memasukkan Potongan Kain Kabah ke Peti, Erdogan Ngambek di Pemakaman Muhammad Ali

REDAKSIINDONESIA- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan batal menghadiri pemakaman Muhammad Ali di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Erdogan pulang ke Turki lebih awal setelah terlibat cekcok dengan penyelenggara upacara pemakaman Ali.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (10/6/2016), Erdogan khusus terbang ke Louisville untuk mengucapkan salam terakhir kepada Ali, yang memang dikagumi oleh Erdogan. Saat salat jenazah digelar pada Kamis (9/6) waktu AS, Erdogan turut hadir.

Dia juga dijadwalkan menghadiri memorial dan pemakaman Ali pada Jumat (10/6) siang waktu AS, yang juga dihadiri sejumlah tokoh penting termasuk mantan presiden AS Bill Clinton.

Namun dalam pernyataan terbaru, kantor presiden Turki menyatakan, Erdogan telah terbang meninggalkan AS pada Kamis (9/6) malam, setelah menghadiri salat jenazah Ali dan ikut buka bersama dengan diaspora Meskhetian Turk di AS. Erdogan dilaporkan langsung pulang ke Turki.

Secara terpisah, kantor berita Turki, Dogan, mengutip sumber kepresidenan yang mengungkapkan alasan kepulangan Erdogan lebih cepat dari jadwal tersebut. Menurut sumber itu, penyelenggara upacara pemakaman menolak keinginan Erdogan untuk meletakkan potongan kain penutup Kabah di atas peti jenazah Ali sepanjang seremoni digelar. Alasan penolakan itu tidak dijelaskan lebih lanjut.

Ditambahkan sumber itu, Erdogan juga menginginkan ulama Sunni yang mengepalai Direktorat Urusan Keagamaan Turki, Mehmet Gormez, untuk membacakan ayat Alquran dalam seremoni itu. Keinginan Erdogan yang kedua itu, sebut sumber, juga ditolak.

 
Belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Turki mengenai alasan kepulangan lebih awal Erdogan ke Turki tersebut.

Selama kunjungannya ke Louisville, Erdogan terus memuji Ali dengan menyebutnya sebagai pejuang, tidak hanya di dalam ring tinju, tapi juga bagi warga muslim lainnya. "Sembari meraup sukses dari satu ring tinju ke ring tinju lainnya, dia (Ali) juga menjadi suara kaum tertindas bersama warga muslim dari seluruh dunia," sebut Erdogan.

 
(Sumber: Detik)
Saturday, June 11, 2016 - 11:15
Kategori Rubrik: