Diskusinya Jangan di Kuburan ya Pak Harto...

 
Oleh: Wahyu Sutono
 
Bila Bapak mengajak 'Diskusi Kebangsaan' tentu itu suata hal yang sangat berguna sekali bagi generasi penerus, utamanya bagi generasi yang tidak merasakan 32 tahun di bawah kepemimpinan Bapak yang luar biasa.
"Yang penting diskusinya jangan di makam"
 
Benar sekali bahwa Bapak adalah sumber ilmu tanpa batas, utamanya bagaimana seharusnya mengelola bangsa. Jatuh bangunnya bangsa ini rahasianya ada di Bapak, utamanya tentang jatuhnya dan tidak majunya bangsa ini.
Oleh sebab itu, mengapa saat ini jiwa kami jadi sangat tenang, walau ada pihak-pihak yang ingin terus menghidupkan masa keemasan Bapak yang sudah tenang di alam baka.
Memang sejak Pilpres 2014 lalu ada sedikit saling tengkar antara pendukung Pak Jokowi dengan pendukung Pak Prabowo yang kebablasan sampai saat ini, dan entah kapan akan berakhir. Tapi bila pemuja Bapak nggak ikut ngerecokin juga, ya biasa-biasa saja.
Terima kasih banyak Pak atas ilmu yang telah Bapak berikan kepada kami. Setidaknya kami jadi jauh lebih paham tentang 'Demokrasi Terpimpin' dan GBHN yang hanya ada di era Bapak saja. Begitu pun masa jabatan presiden yang lebih dari 2 periode pun hanya ada di era Bapak dan hanya Bapak yang mengalami.
Terima kasih juga untuk begitu banyaknya ilmu yang Bapak wariskan kepada kami, setidaknya kami jadi orang-orang yang semakin pandai dalam ilmu politik, dan selalu tepat dalam membuat ulasan tentang politik praktis.
Bayangkan, kami bisa selalu benar bila membuat prediksi siapa yang menang dalam Pemilu. Padahal itu jauh sebelum Pemilu berlangsung. Bila kami katakan Golkar akan menang, itu benar-benar terjadi. Bila kami ramal Bapak terpilih menjadi Presiden oleh MPR, itu pun pasti benar-benar terwujud.
"Sekali lagi kami ucapken daripada terima kasih kepada Bapak hingga kami memili'i ilmu dan pengalaman yang semangkin lama semangkin maju, utamanya dari laporan khusus yang dibacaken oleh Harmoko, dan daripada acara Kelompencapir yang pertanyaannya daripada sudah diatur."
Selamat Tinggal Orba
(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)
Saturday, July 4, 2020 - 21:15
Kategori Rubrik: