Dirut TVRI Iman Brotoseno Bikin Deg-Degan

ilustrasi

Oleh : Teguh Imam Suryadi

Beberapa jam setelah dilantik sebagai Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (PAW) Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) periode 2020-2022, Iman Brotoseno dihajar massa dunia maya.

Hujatan yang diarahkan kepada sutradara film "3 Srikandi" -- tentang nasionalisme dan heroisme para atlet panahan -- antara lain cacat mental, pendukung LGBT, pemuja PKI, dan terutama penggila film 'bokep' atau "blue film" atau film dewasa, atau film porno, atau film "Unyil".

Tekanan semakin menjadi, walau Iman belum melakukan apapun untuk TVRI. Para pemrotes sangat yakin (seperti peramal) bahwa di tangan Iman Brotoseno, TVRI akan memutar film-film porno.

Adalah majalah "Playboy Indonesia" tempat Iman pernah berkreasi sebagai kontributor, menulis artikel seputar dunia penyelaman bawah laut. Artikel itu, menurut Iman dalam siaran pers-nya sama sekali tidak menyinggung sensualitas apalagi pornografi kecuali seputar alam bawah laut. Erwin Arnada pimpinan redaksi majalah itu juga memberi kesaksian kalau artikel yang ditulis Iman, semata soal wisata alam bawah laut.

Dengan alasan Iman menulis di "Playboy Indonesia", kelompok pemilik kapling sorga merasa berhak menyebut Iman Brotoseno sebagai manusia laknat terkutuk; pendosa berahlak buruk, yang akan membawa petaka bagi bangsa Indonesia jika dia menjadi Direktur Utama TVRI.

Hujatan dengan cara berfikir terbalik seperti itu adalah khas para kadrun; sok paling Islam, paling bersih dan suci. Tapi juga paling depan membully.

Protes dan hujatan itu antara lain karena muncul "capture" celotehan Iman -- yang dikenal sebagai relawan Jokowi -- di Twitter. Cuitan Iman yang dinilai memenuhi unsur "berdosa" oleh pemrotes, dibuat jauh sebelum dia membuat karya besar, film yang diperankan artis Bunga Citra Lestari, Tara Basro, dan Chelsea Island.

Belakangan tekanan terhadap Iman semakin masif. Berbagai cara dilakukan pemrotes yang belum tentu menonton TVRI, agar Iman mundur dari jabatannya.

Bahkan, ada ukhti yang berteriak mau memboikot TVRI. Padahal pula, belum tentu dia menonton TVRI. Padahal lagi, mau diboikot atau pun tidak, TVRI akan tetap melakukan siaran. Sekali di udara tetap di udara..

Situasi ini menunjukkan
bahwa jabatan Dirut TVRI sangat strategis. Sosok Iman jadi menakutkan dan bikin deg-degan, maka harus dibuat stigma bahwa dia tidak pantas memimpin televisi milik pemerintah.

Sebaliknya, TVRI di tangan Iman justru berpotensi akan memberi porsi lebih besar kepada pemerintah untuk mensosialisasikan program-program agar diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia. TVRI akan dioptimalkan menjadi alat komunikasi pemerintah dengan rakyatnya. Sudah sewajarnya seperti itu.

Selain itu, di tangan Iman sangat mungkin TVRI semakin memikat dan punya harga diri. Dengan kata lain, TVRI dapat "memboikot" pemikiran-pemikiran kelompok yang jungkir balik tadi.

Setidaknya, seperti itu harapan saya.

"""
Saya mengenal Iman Brotoseno ketika dia menjadi Ketua Asosiasi Produser Film Iklan Indonesia (APFII) tahun 2006. Dia bersama sineas Lola Amaria, Chand Parwez, Ketua LSF Titi Said saya dan Kang Didang undang menjadi narasumber Workshop Wartawan Film yang kami selenggarakan di Hotel Puncak Raya, Bogor. Setelah itu, kami beberapa kali bertemu di media sosial.

Tahun 2016 saya tanpa sengaja berjumpa dengan Iman di kapal tempur TNI AL, KRI Makassar. Di sana dia menjadi pembicara sebuah diskusi bertema kelautan.

Kapal sempat berlabuh di Tanjung Perak, Surabaya sebelum berlayar ke Lombok membawa saya dan ratusan wartawan lainnya yang akan mengikuti Hari Pers Nasional di Lombok 7-12 Februari.

Di perjalanan selama dua hari dua malam, seluruh penumpang beragama Islam termasuk Iman, berada dalam shaf solat Jumat berjamaah. Ketika itu yang menjadi imam dan khotib adalah H AM Fatwa.

Pertemuan kami berikutnya di tempat pemakaman sineas M Abduh Aziz tahun 2019. Dan sampai hari ini saya belum bertemu lagi dengan Dirut TVRI pengganti Helmy Yahya itu.**

Sumber : Status facebook  Teguh Imam Suryadi

Thursday, June 4, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: