Dinasti

Oleh: Andrinof Chaniago

Wujud asal-muasal, atau aslinya, adalah keluarga dlm arti banyak anggota keluarganya yg berkuasa penuh atas wilayah, kehidupan politik dan sumber-sumber ekonomi, dan kekuasaan atas wilayah dan atas cabang-cabang kekuasaan itu dipergantikan di dalam dan kepada keluarga tanpa campur tangan pihak lain. Nama lain dari dinasti itu adalah kerajaan, kekaisaran, dan kesultanan. 

 

Hingga saat ini dinasti yg asli itu masih ada di beberapa negara, spt Arab Saudi dan Brunei Darussalam. 

Pakar ilmu politik atau ilmu sosial sah-sah saja menggunakan suatu konsep yg sama utk keperluan analisis, walau sebagian kecil unsur dari konsep itu hilang atau sebagian besar unsur itu ada. Ya, itu sah! Sah dlm analisis sosial atau politik. 

Untuk konsep Dinasti, ada pakar yg melekatkan sebutan itu pada Keluarga Haji Kasan, ayah mantan Gubrrnur Banten Ratu Atut. Atas penerapan konsep dan penggunaan istilah itu dunia atau komunitas akademik menerima penggunaannya, krn sebagian besar unsur praktek dinasti, atau kerajaan, atau kesultanan, terlihat.

Tetapi, kalau sebagian besar unsur utama tidak ada, walau ada unsur minor, lalu memaksakan konsep tersebut digunakan oleh publik, ya, namanya memaksakan yg tidak tepat. Motifnya apa, hanya yg mengklaim diri pengamat atau akademisi itu yg tahu.

Bagi saya, berpikir akademik itu tidak ditentukan oleh tempat atau posisi, tapi atas kriteria dan metoda dlm membuat klaim kebenaran. Para akademisi pasti tahu kriteria itu. 
SEKIAN....

Wednesday, July 29, 2020 - 13:45
Kategori Rubrik: