Dinasti Politik Keluarga Jokowi

ilustrasi

Oleh : Sahir Nopi

Anda pikir Presiden Jokowi tidak membangun dinasti politik keluarganya? Mereka terbebas dari politik? Kalau anda jawab ya, salah besar jawaban anda. Mau bukti? Saya bisa menunjukkan banyak bukti bahwa Jokowi membangun dinasti politiknya yang sangat besar. Bukan hanya bagi istri namun anak-anak bahkan bagi Jan Ethes cucunya yang masih balita.  Bahkan Jokowi berharap bangunan politiknya dititru oleh semua rakyat Indonesia.

Ya politik dinasti yang dibangun Jokowi adalah politik Islam, politik penuh suri tauladan, politik dimana Rasulullah pernah mencontohkan dalam masa keemasan Islam. Kita kupas mulai dari Ibu Negara, Iriana Jokowi. Meski memegang jabatan sebagai ibu Negara beliau terlihat sering mendampingi Presiden sebatas sebagai istri, sebagai pelayan suaminya yang kebetulan memang Presiden. Sering terlihat bolak balik Solo Jakarta hanya dengan 1-2 orang pengawal naik pesawat komersial biasa dan duduk di kursi ekonomi.

Datang berdandan ke salon langganannya sejak sebelum menjabat Walikota, datang ke hajatan tetangganya, menemani Eyang Noto ibunda Presiden dalam pengajian rutin dan berbagai aktivitas perempuan biasa seperti kebanyakan. Lalu putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka. Pebisnis Martabak, Catering dan jas hujan “Tugas Negara Bos”. Mendirikan berbagai cabang dengan berkongsi pengusaha-pengusaha muda yang rata-rata bukan anak siapa-siapa. Murni urusan bisnis dan bolak balik ke berbagai kota tanpa pengawalan paspampres. Antri periksa dokter di rumah sakit sesuai urutan, mengurusi bisnisnya secara wajar. Bahkan saat gedung pernikahan miliknya akan dipakai pernikahan adiknya Kahiyang, tidak bisa digelar hari libur karena sudah penuh. Maka hari pernikahan digeser menjadi hari kerja, Hari Rabu.

Lantas Kahiyang sendiri yang saat ini sudah memiliki anak, tak jauh berbeda dengan ibunya. Mendampingi suami mengurus keluarga dan kadang membawa anaknya bertemu kakeknya di Jakarta tanpa pengawalan mencolok. Apa otomatis tidak diterima sebagai PNS/ASN kemudian muram atau marah kepada bawahan ayahnya? Tidak sama sekali. Hidup harus tetap berjalan.

Si bungsu malah lebih konyol, masih sekolah di Singapura sudah mencoba usaha pisang goreng serta aktif di youtube. Ya berharap uang dengan memanfaatkan iklan internet dan itu dilakukan oleh banyak remaja Indonesia. Perusahaannya segede apa? Sering disebut siapa? Adakah menteri, gubernur, bupati, artis menjadi endoser usahanya? Tidak ada.

Lalu sang cucu, Jan Ethes yang baru-baru ini sudah membuat panas dingin salah satu pimpinan PKS Hidayat Nur Wahid. Saking emosinya Hidayat berniat melaporkan ke Bawaslu dengan tuduhan politisasi anak. Silahkan cek, Jan Ethes diajak Jokowi bukan saat-saat kampanye, bukan waktu urusan politik. Simak saja rentetan kampanye Capres atau dukung mendukung. Jangankan cucu, anak saja tidak ada yang hadir dalam deklarasi berbagai komunitas yang mendukungnya.

Jadi mana dinasti politik Jokowi? Ya uraian diatas itulah politik yang sesungguhnya. Politik yang murni versi Indonesia, versi Islam dan versi nurani. Kehidupan politik seorang politisi tangguh dan harusnya dicontoh oleh para politikus kita. Jokowi memang anggota parpol PDIP tapi adakah yang tahu apa jabatannya sekarang di PDIP? Atau setidaknya 4 tahun belakangan datang ke acara PDIP sebagai kader? Anda bisa sebutkan politisi nasional yang tidak menenteng keluarganya entah dalam struktur partai atau sebagai bagian lain dalam jabatannya?

Sulit saya kira menyebutkan 5 nama itu

 

Sunday, February 10, 2019 - 14:00
Kategori Rubrik: