Dinamika Ideologi Pancasila dan Khilafah

Oleh; Prayitno Ramelan

 

Pray mengikuti panas dingin politik menjelang 17 hari lagi bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi, pileg dan pilpres. Medsos jd rame stlh Pak Hendropriyono mengeluarkan statement soal persaingan ideogi Pancasila dengan Khilafah. 

Sbg seorg Profesor Intelijen dan mantan Kabin, jelas apa yg dikatakannya membuat banyak yg terkejut. Terutama pendukung kubu paslon 02. Sentakan mengejutkan lain juga terjadi setelah pak Agum mengeluarkan pernyataan ttg penculikan aktivis thn 98 yg menyebut nama Prabowo. Ada apa ini? Kan bgt pertanyaannya....?

 

Nah, Pray sdg menyusun analisis, tentang masalah klpk radikal, khilafah yg coba dijadikan troef utk memenangi pilpres. Smtr dari persepsi intelijen, ini sebenarnya dinamika dlm pilpres, terkait perebutan konstituen. Tapi kl kita tdk awas, ada unsur kerawanannya juga, ada die hard di belakangnya, biasalah itu.

Sbg contoh, kita tahu saat adanya kejadian pengebom bunuh diri yg dipengaruhi ISIS, pelaku stlh dicuci otaknya yakin kl melakukan suicide bombing dia melakukan jihad, mati syahid dan dijamin oleh motivatornya akan masuk "surga". Ditambahkan..pake acara dijemput dulu 17 "bidadari perawan"... bagi yg tdk faham, waah asyiik juga tuh, terlenalah mereka dgn mimpinya, walau keyakinanya yg salah.

Kl kita ingat, saat pilgub DKI Jakarta, solidaritas Islam dijadikan perekat yg mempersatukan umat Islam saat itu, Habib Rizieq jd ikon Islam plg top, tokoh2 NU, Muhamadiyahpun putus ..dan Ahok yg superiorpun tumbang, yg menang ya pak Anis keturunan Arab yg dinilai oleh si konseptor dan principle agent bagian dari grand strategi.

Kini, apakah strategi "pamungkas" klpk 212, pendukung Paslon 02 yg pernah sukses membungkus politik dgn soldaritas Islam saat pilgub bisa kembali menang? Apakah tagline "Khilafah" akan sukses dilebur ke dalam Ukhuwah Islamiyah? 

Sabar deh, Pray akan bikin analisis intelijen, mencoba menjawab dinamika yg bisa tdk sukses tapi bisa jd bahaya kl putus asa. Kartu troef bisa mengalahkan kartu manapun tapi kalau momentumnya tdk pas ya jadi kartu mati.

Tapi maaf ya..stlh operasi ganti lensa yg sukses, daya tahan mata menurun, beda pakai lensa asli dgn bikinan manusia, tdk tahan nulis2 panjang...baru saja bikin tiga artikel, capeeek dan pegal nih mata ..butuh dua hari istirahat nih my friends....Salam Old Soldier, PRAY.

 

(Sumber: facebook Prayitno Ramelan)

Wednesday, April 3, 2019 - 02:15
Kategori Rubrik: