Dilema New Normal

Oleh: Biakto

 
Di tengah semangat menjalankan new normal, disana pula kejangkitan menaik, tapi tetap pilihan terbaik harus diambil, dan pilihan itu adalah tetap merawat ekonomi yg dibutuhkan agar dunia bergulir seperti sediakala, walau ada resiko menambah tingginya warga yg terpapar. Langkah inilah yg dilakukan kebanyakan negara didunia, karena negara tidak bisa terlalu lama melindungi warganya dari virus sekaligus mensupply kebutuhan hidup tanpa menghidupkan roda ekonomi.

 

Kita sudah belajar hampir 4 bulan menghadapi virus ini, sudah tau bahayanya, sudah ngerti cara menghindarnya, sudah tau mencegahnya, sehingga dgn itu negara harus melepas kemandirian warga, agar menjaga diri semandiri mungkin dan tidak perlu teriak lagi bahwa tidak perlu takut Corona, karena yg ngeyel pasti di papar. Dan ingat bgt kita kena dan dirawat disanalah kita ikut menguras dana negara yg luar biasa. Berhati2lah utk diri, dan sekaligus menghemat uang negara.

Konon utk menyembuhkan satu orang yg terpapar biayanya bisa utk nyekolahkan anak sampai kuliah. Bayangkan mudorotnya kalau kita bandel dan tetap ngeyel.

Hidup dgn normal baru, cara baru, berpikir baru, berprilaku baru, jangan sampai beli peti mati baru.

Kita waspada, kita bisa !!
Hidup dgn cara baru, utk Indonesia Maju.

 

(Sumber: Facebook Biakto Biakto)

Thursday, June 11, 2020 - 18:45
Kategori Rubrik: