Didi Kempot Diundang Mbok Ndoro

Oleh: Prayitno Ramelan

 

Siapa yg tdk tahu Didi Kempot, si pelantun lagu Jawa versi campursari, beatnya banyak diperkuat dengan kendangan koplo yg sekarang digandrungi penggemar dangdut. Nah Pray pertama kalinya ketemu Didi Kempot di M Bloc Kebayoran Baru (Seberang Gedung Kejaksaan Agung) diundang Mbok Ndoro. Saking topnya, Didi Kempot pernah diundang manggung ke Istana sama Pak Jokowi (Sobat Ambyar juga?)

Benar2 Jumat malam (14/2) kemarin sbg malam libur yg membahagiakan, Pray dan Uti dpt VIP Invitation dari Mas Ari Respati , owner Warteg Intelek "Mbok Ndoro". Mas Ari ini putera dari pak Daryatno, sohib Pray di Laskar Sepuh Golf. 

 

Waah, bersama Uti baru pertama kali mengunjungi M Bloc, dimana ada juga ruangan untuk acara musik (Live House) dgn kapasitas seribuan orang. 

M Bloc Space dan Mbok Ndoro

Sedikit tentang Mbok Ndoro ini salah satu rumah makan, lebih pas disebut warteg atau rumah jajan anak muda di M Bloc, Jl Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan. M Bloc Space dahulu adalah kompleks rumah dinas 
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia ( Perum Peruri). Sejak tahun 2005, bangunan terbengkalai

Kawasan tersebut sejak bln September 2019 berubah menjadi sebuah creative hub baru yang mewadahi kebutuhan kaum muda urban yang kreatif. Area yang dikelola oleh Ruang Riang Milenial dan Peruri ini dirancang sebagai area publik untuk melakukan banyak aktivitas dengan suasana yang lebih akrab. Diantaranya terdapat kafe dan restoran yang bervariasi. Bahasa sederhananya warteg tapi di kawasan elit, makanan dan harga warteg. Para pemiliknya Ndoro, tetapi pengunjung bisa menengah kebawah karena murahnya makanan. 

Dihidupkannya tempat ini atas ijin Meneg BUMN dan jelas Jaksa Agung yg tempatnya berseberangan, karena itu Pray bertemu Pak Prasetyo, mantan Jaksa Agung di Mbok Ndoro. Dari pada jadi Mall atau apartment, bagus juga lokasi M Bloc dipakai untuk nongkrong2 anak muda kreatif, dan memenuhi kebutuhan rumah makan murah untuk pegawai di sekitarnya di samping membuka lapangan kerja juga. Mbok Ndoro buka jam 10.00 pagi hingga 22.00, minggu juga buka sampai 21.00.

Hidangan rumahan bisa ditemukan di Mbok Ndoro, Kedai Tjikini Roastman (hidangan slow cook yang dipanggang selama 12 jam), Tokyo Skipjack, Katong (spesialis makanan Indonesia Timur seperti Maluku, Manado), Padang to Go, juga kedai minuman seperti Titik Temu Coffee, Suwe Ora Jamu, dan Oeang. Mbok Ndoro jual nasi plus lauk matang khas Indonesia, milih lauk yg masing2 lauk harganya tidak boleh lebih dari 15 ribu. 

Didi Kempot Sang Maestro Campursari

Konser Didi yg didatangkan Mas Ari ini diberi judul menarik "Tresno Ambyar" 
(Artinya Cinta Bubar, OMG). Konser baru mulai jam 21.00, sebelumnya diisi oleh penyanyi dari Solo dan pelawak. Benar2 Didi Kempot ini mampu mengajak penonton bergembira dan berjoget.

Didi lahir di Surakarta, 31 Desember 1966 (54), dia adalah seorang penyanyi 
dan penulis lagu campursari 
dari Surakarta. Didi Kempot adalah anak dari seniman tradisional terkenal, Ranto Edi Gudel yang (Mbah Ranto). Didi ini adik kandung dari Mamiek Prakoso, pelawak senior Srimulat.

Didi Kempot dikenal sebagai maestro campursari dan penulis lagu yang populer, ia memulai karirnya sebagai musisi jalanan Surakarta sejak 1984 hingga 1986, kemudian pindah ke Jakarta tahun 1987 hingga 1989. Nama panggung Didi Kempot merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik Surakarta yg membawanya hijrah ke Jakarta.

Hampir sebagian besar lagu yang ditulisnya bertemakan patah hati dan kehilangan. Alasannya memilih tema tersebut karena rata-rata orang pernah mengalaminya dan dia ingin dekat dgn masyarakat, ini juga alasan Didi memakai nama-nama tempat sebagai judul atau lirik lagunya.

Kini Didi Kempot banyak diminati oleh kalangan muda dari berbagai daerah yang menyebut diri mereka sebagai Sadboys dan Sadgirls yang tergabung dalam "Sobat Ambyar" dan mendaulat Didi Kempot sebagai "Godfather of Broken Heart" dengan panggilan Lord Didi. Julukan itu berawal dari lagu-lagu Didi Kempot yang hampir semuanya menceritakan tentang kesedihan dan kisah patah hati. Misalnya Sewu Kutho, ini salah satu lagu 
andalannya, menceritakan tentang lelaki yang dilanda rindu sudah menelusuri beberapa kota untuk mencari kekasihnya, tapi tdk ketemu (just info lagu ini juga lagu favorit Presiden Jokowi).

Pray memperhatikan ada lagu2nya yg mengajak gembira, mengeritik kehidupan dan membius penontonnya, terutama para milenial asli Jawa, atau mereka yg bisa bahasa Jawa. Pray mengupload rekaman "Pantai Klayar", reaksi para Sobat Ambyar di video itu membuat "trenyuh", bergoyang dgn sepenuh hati, wuiiiih. 

Lagu2 konser di M Bloc, membuat Pray tdk duduk, walau di stage VIP ada kursi. Kebetulan bertemu Irjen TNI, Letjen Herindra yg sama2 nonton, kita berdua dengan Choky presenter TV, ikutan nyanyi dan bergoyang bersama-sama para sobat Ambyaaaar. Lagu2nya yg top dinyanyikannya , Cidro (pria yg dikhianati kekasihnya). Tanjung Mas Ninggal Janji (Pria mengantar kekasihnya ke Pelabuhan Tanjung Mas dengan harapan palsu bahwa kekasihnya akan kembali dalam sebulan, sdh setahun tdk kembali). Banyu langit, Suket Teki, Pamer Bojo, Cendol Dawet, Sewu Kuto, Pantai Klayar, Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, Layang Kangen. 

Penutup

Jam 22.00 lebih, Didi Kempot menutup konsernya dgn lagu Pamer Bojo, rasanya msh ingin terus. Siapapun dan apapun lagunya, syairnya, musisi yg satu ini benar2 Maestro, dia menciptakan demikian banyak lagu, menghibur banyak orang, dari rakyat biasa hingga pejabat tinggi dan bahkan sampai presiden. Membuktikan Pak Jokowi memang merakyat 

Apa yg didapat Didi Kempot ini adalah sebuah berkah, perjuangan panjang yg tidak mudah, profesionalisme yg dikuasainya dan membuatnya terkenal, walau julukan yg ia dapat sbg "The Godfather of Broken Heart" itu unik, tapi ternyata menggigit dan disukai penggemarnya.

Kaos yg Pray dapat saja tertulis Sadnes Boy... Selamat Mas Didi, Pray senang dan bahagia, kemarin malam, thanx Mas Ari Respati undangan nonton ... juga kira2 dua ribuan penggemarmu di M Bloc happy. Salam sehat dan smg terus sukses Lord Didi... dari Sobat Ambyaaar, Pray Wongsodidjojo Ramelan.

 

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

Tuesday, February 18, 2020 - 17:15
Kategori Rubrik: