Dibuli Oleh Berbagai Pihak

ilustrasi

Oleh : Gayatri Muthari

Dalam banyak kasus:
Masyarakat adat atau komunitas yang memilih hidup eksklusif untuk memelihara kemurnian tradisi mereka menyintas dengan tradisi lisan yang diwariskan secara rahasia, personal dan biasanya dianggap sakral. Dalam ilmu sejarah yang saya dulu pelajari di bangku kuliah, sejarah lisan telah pun mendapat tempat khusus yang tidak dapat diabaikan keberadaannya. Dalam konteks komunitas agama / masyarakat adat, hal tersebut termasuk sejarah lisan mengenai tradisi mereka. Skripturalisasi tradisi lisan kini telah banyak menggantikan keberadaan tradisi lisan dalam rangka penyintasan tradisi itu sendiri, dan mempunyai beberapa kelebihan.

Ini berlangsung karena urbanisasi, transnasionalisasi dan berbagai faktor lain termasuk hal-hal yangmenyebabkan individu-individu yang semula berada di satu tempat eksklusif harus berhijrah ke tempat yang jauh dari tempatnya semula.

Di antara konsekuensi berat dari skripturalisasi ialah ketika teks-teks yang dipandang sakral oleh komunitas tersebut dapat diakses oleh orang luar. Dalam konteks masyarakat Islam dan Kristen, misalnya, skripturalisasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok minoritas berarti juga potensi perundungan, pelecehan dan penyangkalan terhadap keabsahan versi mereka [Tord Olson]. Di era media sosial, komunitas-komunitas yang semula eksklusif, tertutup dan penuh rahasia kini banyak yang telah membuka diri, atau dapat diakses, dan itu juga berarti berbagai ancaman.

Suatu versi belum tentu salah dan belum tentu baru hanya karena kita belum pernah mendengarnya. Di ruang-ruang rahasia tarekat-tarekat selama ratusan tahun versi-versi itu ditransmisikan secara personal dan jika pun ditulis hanya dapat diakses oleh mereka yang terinisiasi ke dalamnya. Pada agama-agama purba baik dalam Hellenisme, maupun dalam Mesopotamianisme, dan Hinduisme dll “mysteries” itu dipelihara dalam tradisi lisan dan kadang-kadang “kehilangan makna semula” ketika mengalami skripturalisasi. Komunitas-komunitas yang lebih dulu melakukan skripturalisasi dan berkuasa dan akhirnya menjadi mainstream dan populer menjadi merasa lebih berhak atas kebenaran klaim mereka.

Jika Anda beragama Islam, jika Anda seorang Syiah, atau jika Anda seorang Kristen, ketika Anda memberi komentar negatif terhadap versi-versi keagamaan dari tradisi iman yang saya anut, maka Anda termasuk dari apa yang disebut Todd Olson itu sebagai wujud dari konsekuensi skripturalisasi tradisi lisan yang semula personal, rahasia dan tertutup. Di lain pihak, orang-orang pseudo-sekuler bergerak dalam cara yang sama dengan orang-orang "mabok agama" terhadap versi yang minoritas, ketika menghadapi yang berbeda dari arus utama dan asing baginya dengan mengartikulasikan segala hal yang benar menurutnya ialah yang berhubungan dengan versi mainstream dan mayoritas. Hal ini telah beberapa kali saya alami dari orang-orang yang mengaku ateis atau agnostik.
Tord Olson menyebutnya sebagai pseudo-intelektualisasi 

Sumber : Status Facebook Gayatri Muthari

Friday, October 18, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: