Dibohongi Pake Anies Baswedan

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Berikut ini lanjutan dialog imajiner antara saya dengan Mbah Soros melalui SILIT (Saluran Internasional Langsung Ilmu Telepati)

"Mbah, setelah saya pikir2, ternyata apa yg kamu sampaikan lewat SILIT tempo hari, kok masuk akal juga. Terutama terkait Prabowo sebagai satu2nya pemimpin yg tidak memiliki ambisi dinasti, termasuk tentang sekarang banyak yg kebelet jadi Wapresnya Jokowi. Trus adakah figur irisan keduanya? Maksudnya bagian dari Politik Dinasti yang ingin jadi RI 2?

"Ya iyalah.., anaknya Prabowo passionnya di fashion, bukan di politik. Mengenai kemungkinan Cawapres Jokowi yang berasal dari dinasti, figur itu ada pada AHY."

"Jadi, AHY berpeluang jadi Wapres Jokowi? "

"Berminat iya. Berpeluang belum tentu! Selama masih ada Prabowo. "

"Maksudnya? Tambah njlimet ini mbah."

"Oke, coba kita review dan flashback ke Pilkada DKI 2017. Dimana saat awal survey, elektabilitas AHY menduduki posisi puncak dengan capaian 37%, namun pada hasil real count justru melorot hingga 16%. Pertanyaannya adalah, siapakah sosok dibalik kemerosotan capaian AHY ini? Jawabannya adalah Anies Baswedan (AB) yang mampu "mencuri" kantong2 suara AHY. Dan siapa sosok dibalik AB? Jawabannya jelas Prabowo."

"Lanjut mbah.., menyimak! "

"Padahal awalnya Anies dipasang Prabowo bukan untuk menang, melainkan hanya untuk memecah suara AHY dan mengamankan Ahok. Tapi semenjak operator logistik 212 ditangkap dan terkuak siapa pendananya, mereka seperti pasukan "tak bertuan". Disinilah peluang Anies masuk mencuri panggung sekaligus suara mereka. Kebetulan juga secara "identitas" Anies lebih identik dengan mereka daripada AHY. Yaitu lebih Islami dan dari etnis Arab pula."

"Mengamankan Ahok? Tapi yang menang kok malah Anies? Piye mbah?"

"Mungkin itu cara Tuhan menyayangi negeri ini dengan mengamankan Jokowi. Karena target kelompok ini sebenarnya adalah Jokowi. Ahok hanya sasaran antara. Dan seandainya Ahok yang menang, gejolak itu takkan berhenti bahkan mungkin berlanjut hingga saat ini. Lha wong Ahok sudah dipenjara masih ada acara reuni? Sekaligus ini pelajaran bukan hanya buat warga (pemilih) DKI agar kedepannya lebih menggunakan akal sehat. Lha Pak Anies sendiri sebenarnya ngasih janji dan program yang asal2an dan gak masuk akal kok malah dipilih?! Pemimpin yang jujur dan tegas malah disia-siakan. Piye jal?! Kemunduran2 program Pak Anies saat ini sebenarnya tidak ada apa2nya dibanding kemunduran pola pikir masyarakat yang menggunakan isu SARA untuk kepentingan politik. Mungkin program Pak Anies dianggap mundur puluhan tahun. Tapi pola pikir pemilihnya justru mundur ratusan tahun. Ini pelajaran bagi seluruh Rakyat Indonesia. Bahwa politik identitas harus dibayar mahal. Masih mending dibayar dengan kesemerawutan Jakarta. Bersyukurlah tidak terjadi perang saudara seperti Irak dan Suriah!"

"Berarti sebenarnya sponsor 212 sudah Dibohongi Pakai Anies Baswedan oleh Prabowo? Dan sekarang malah ribut sendiri? Oke, balik lagi ke AHY mbah. Terutama pada poin peluang AHY sebagai Wapres selama masih ada Prabowo."

"Jadi, ketika momentum Pilkada sudah lewat dan gagal, satu2nya peluang AHY adalah maju sebagai Cawapres. Apalagi setelah Diplomasi Nasi Goreng yang digagas Cikeas gagal. Tawaran koalisi dari SBY "ditolak" oleh Prabowo yang telah mendapat mandat dari Gus Dur untuk mengawal Jokowi. Ditambah lagi, survey tingkat keterpuasan kinerja dan elektabilitas Jokowi semakin tinggi. Kini langkah politik Cikeas juga harus realistis. Satu-satunya cara adalah digandeng Jokowi. Termasuk dengan cara2 pendekatan. Masih ingat ketika AHY berkunjung ke Jokowi? Yang menyambut malah Gibran dengan bubur gudegnya. Disusul dengan hasil survey Roda Tiga Konsultan yang menghasilkan AHY sebagai kandidat terbaik secara elektabilitas untuk mendampingi Jokowi. Ditambah dengan pujian SBY atas Pemerintahan Jokowi pada pidato politik awal tahun 2018 di DPC PD Cibinong. Rangkaian ini bisa dibaca arahnya kemana."

"Semakin paham mbah!"

"Justru yang menjadi PR besar adalah bagaimana "menyingkirkan" kandidat lain yang potensial, tak terkecuali Prabowo. Karena jika Jokowi-Prabowo 2019 benar terjadi, hampir pasti pasangan ini tak terbendung."

"Apa mungkin Prabowo mau diposisi 2 mendampingi Jokowi?"

"Ini politik. Segala kemungkinan bisa terjadi. Apalagi "keikhlasan" Prabowo sudah berjasa mengantar dan menjadikan beberapa tokoh nasional. Termasuk Jokowi sendiri."

"Tapi kenapa kini ada ribut-ribut masalah mahar? Ikhlasnya dimana mbah?"

"Mahar yang hebohnya 300 M itu? Yang bahkan katanya sanggup dan disiapkan meskipun 500 M? Tapi yang diserahkan "cuma" 5,9 M? Hehehe... Harga yang terlalu murah bagi reputasi Prabowo untuk duit sebesar 5,9 M! Bukankah kemudian disusul sanggahan2 dari "kader" Prabowo bahwa selama ini tak pernah ada mahar. Termasuk klarifikasi dari Mahfud MD dan Ridwan Kamil?"

"Berarti apakah ada kemungkinan bahwa ini adalah upaya pembunuhan karakter terhadap Prabowo? Ataukah memang La Nyalla di porotin? Kenapa ada yang di minta mahar, ada yang tidak? Kriterianya apa?"

Tuut... Tuut... Tuut... Tuuuuut.. 
*Connection Interrupted

"Mbah?.., mbaah? Oalah, wis lungo!"
******************

Setelah koneksi terputus, saya termangu dan berpikir kenapa SILIT ini semakin tidak masuk akal? Apakah SILIT saya masih layak untuk dipercaya??

*FAZ*
#SILIT

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Tuesday, January 16, 2018 - 16:30
Kategori Rubrik: