Dibawah Jokowi, Indonesia Makin Optimis

Ilustrasi

Oleh Denny Siregar

Seseorang tiba2 nyeletuk, katanya kita bisa bangkrut seperti Yunani..aaah
Sebenarnya dia tidak tahu betapa jauhnya perekonomian Yunani dg kita. Saya mulai menerangkan dg pemahaman yg mudah,tidak pakai penjelasan Faisal Basri yg terlalu teknis, biar dia mudah mengerti. Saya mulai dengan rasio utang Indonesia yg terendah di Asia, tahun ini cuma 24,7% dari PDB, bandingkan dg Yunani yg 155,3% dari PDB.

Saya gambarkan bahwa PDB itu pengertian sederhananya adalah pendapatan suatu negara, sedangkan jika rasio utang terhadap PDB 24,7%, itu artinya hutang kita cuma 1/4 dari penghasilan kita, itu adalah sehat. PDB kita Rp 11.288 T hutang kita Rp 3.803 T. Bandingkan dg PDB Yunani Rp 3.142 T utangnya Rp 4.125 T.Jauh bukan? Bangkrut apanya? Bagaimana kita bisa bangkrut kalau kita punya emas, timah, tembaga, batu bara, dan minerba lain, panas bumi, gas alam, tanah yg subur serta laut yg luas dan kaya, juga SDM yg banyak.

Ada lagi yang paling penting sekarang di jaman pemerintahan Jokowi kita sudah tidak tergantung pada impor pangan. Itu penting karena kita jadi mandiri secara politik internasional, karena kita tidak takut diembargo pangan. Kita tidak bisa ditekan, tidak perlu bail out spt dulu, yg membuat kita diatur IMF, menutup Industri strategis spt PT DI, memaksa kita impor pangan. Itu yg dilakukan juga oleh IMF thd Yunani yg di bail out spt kita dulu, tapi Yunani terus terlena dan tergantung impor dan utang yg mengakibatkan fundamental ekonomi mereka lemah dan jatuh miskin akhirnya bangkrut.

Kalau Embargo senjata, kita sudah bisa produksi sendiri. embargo otomotif dan elektronik tidak mungkin karena siapa yg mau kehilangan pasar Indonesia? Malah Jepang, Korsel dan Rusia mau bertransaksi dg kita tidak menggunakan dolar. Kita bisa memaksakan peraturan kita, kepada negara pengimpor Cadangan devisa. US$108 M, itu cukup untuk membayar cicilan hutang dan impor (terutama minyak bumi) 7 bulan ke depan. Lalu apa yg kita takutkan? Kita beli beras dan cabe pake rupiah mengapa kita memburu dolar, Mengapa kita ribut2? Padahal kalau kita memburu dolar dan terus ribut, dolar akan semakin menguat menjajah Rupiah yg kita cintai. Kita jauh dari bangkrut. malah dunia yg tidak sirik bisa melihat kemajuan kita yg pesat ini. Kalau kinerja pemerintah kita terus spt ini, ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi kita akan mencapai 9% di tahun 2025.

 

Friday, July 8, 2016 - 19:15
Kategori Rubrik: