Diaspora Pengusaha Indonesia

Oleh: Erizeli Bandaro
 
Kalaulah ada survey di China tentang bisnis orang Indonesia, saya yakin nilainya bisa sangat besar. Bahkan lebih besar dari total aset beberapa konglomerat Indonesia. Umumnya terjadi diaspora ke China setela tragedi tahun 1998. Karena rasa sakit dan kecewa tak tertanggungkan kepada rezim Soeharto, mereka hanya bisa hijrah. Mereka bukan konglomerat yang menjarah BLBI, tetapi pengusaha biasa saja.
Keberadaaan mereka pada awalnya hanya sebagai pengusaha maklon. Memanfaatkan kelebihan kapasitas pabrik di China untuk memenuhi order dari relasi mereka di manca negara. Memang kelebihan mereka memang jago marketing international. Dan tak kalah penting adalah mereka semua bisa bahasa mandarin. Jadi itu sangat membantu berinteraksi dengan relasi mereka di China. Di samping itu kelemahan pengusaha China adalah kurang bisa bahasa inggris dan tidak piawai marketing. Mereka hanya jago produksi saja. Ini dimanfaatkan pengusaha asal Indonesia.
 
Ada teman saya punya pabrik Garmen di Bandung pindah ke China tahun 2000. Sekarang pabriknya telah berkembang besar. Ada juga masuk ke bisnis property. Ada yang membangun pabrik kertas. Bahkan di Yunnan ada pengusaha Indonesia yang bangun pabrik minyak bunga matahari. Bahkan di Guangxie ada hotel yang menyediakan cafe dan restoran dengan nama kota di Indonesia. Dan kawasan bisnis menggunakan design ala minang kabau dan Sumatera Utara. Di Shanghai di kawasan Pudong ada gedung pencakar langit milik orang Indonesia. Di Beijing, Lippo plaza milik keluarga Pak Muktar paling prestisius.
Pak Jokowi menunjuk Pak Binsar sebagai Ketua asosiasi hubungan bisnis China- Indonesia karena kedekatan LBP dengan pengusaha asal Indonesia di China. Maklum waktu pak LBP masih aktif di TNI, dia punya relasi luas dengan pengusaha muda binaanya, yang sebagian besar setelah krismon mereka pindah ke China. “Pulang kalian. Bangun negeri kita. Kalau ada masalah soal izin, lapor saya.” Kata teman mengulang kata LBP. Dan itu memang dia buktikan waktu teman saya gandeng pengusaha China bangun smelter, LBP back up habis. Tanpa minta saham atau uang segala. Semua gratis.
“Yang penting kalian jangan ambil uang dari bank dalam negeri. Bawa uang dari luar, bangun negeria Pemerintah akan lindungi. Engga usah takut. Eranya udah berubah.” Saya yakin akan banyak pegusaha asal Indonesia di China yang memindahkan bisnis ke Indonesia. Karena bagaimanapun di rumah sendiri lebih nyaman.
(Sumber: Facebook DDB)
Monday, August 31, 2020 - 07:30
Kategori Rubrik: