Dialog Politik Kepura-puraan Sandiaga Uno di Mata Najwa

Oleh: Arloren Antoni
 

Saya tangkap secara berjalan kata kata Sandiaga Uno barusan saat dialog di mata Najwa. Antara NS (Najwa Shihab) dan SU (Sandiaga Uno)

NS: “Kabarnya malam ini ada pertemuan di Cikeas, anda tidak diundang mas…??”
SU: “Saya udah minta ijin karena mau wawancara dengan mbak Nana”
NS: “Wow…. Sebuah kehormatan bagi saya saat anda lebih memilih Mata Najwa. Apa pesan pesan mereka pada anda saat ini terkait Pilkada DKI mas Uno...??”
SU: “Ya mereka pesan rajin shalat sunnah…. Jangan lupa shalat istikharah….. ”

Rupanya jawaban ini langsung dihantam balik oleh Najwa: 
NS: “Loh …. Pesan itu pesan seorang ustad mas Uno. Bukan pesan seorang ketua partai. Aneh banget ini…”

Dan rupanya Uno sadar terakhir bahwa jawaban dia terlalu artificial, terlalu dibuat buat. Bahasa kerennya: “Bahasa pencitraan duank” Uno buru buru meralatnya. Saya ketawa ngakak saat dia meralat jawabannya. Saat nanti rekaman wawancara Najwa ini sudah tersedia di Youtube. Saya ingin mereviewnya kembali. Saya menyimak setiap kata kata Uno sejak awal wawancara dengan Najwa. Gara gara kejadian denga Najwa ini saya jadi mereview balik tentang apa dan bagaimana cara Uno bersentuhan dengan media selama ini. Uno dalam amatan saya bener bener penuh kepura puraan. Saya melihat gaya Uno dengan gaya Ahok bener bener kontra buanget buangeeeeet.

Komunikasi Ahok bener bener menggambarkan karakter seorang Ahok yang asli, tanpa dibuat buat. Jujurnya Ahok sering nyakitin siapa saja dan itu memang sangat diperlukan untuk membongkar bahwa rerata politisi Indonesia memang begitu. Dan Uno terlihat tak jauh beda soal komunikasi politiknya yang penuh kepuraa puraan layaknya politisi kebanyakan di Ngendonnesyah, tapi rupanya Najwa menelanjangi topeng itu.

Satu lagi saya pelajari, lawan Ahok saat ini sangat menghindari mengucapkan kata kata yang mengandung kata “Ahok-nya”. saya perhatikan Uno mengatakan selamat untuk Djarot dan Hasto, bukan Djarot Ahok. Syarif Hasan demokrat juga menghindari kata “Ahok” dan menggunakan kata “petahana”. Kata petahana ini hampir kecebur dengan menyebut nama Ahok.

Heran.... nyebut nama Ahok aja takut amat.... Takut dibongkar Ahok ya korupsi- korupsi kalian selama ini...?? :v :v

Andai Uno dan pasangannya yang nanti terpilih jadi gubernur DKI nanti, dengan melihat komunikasi Uno dengan kepuraa puraannya tadi, juga siapa yang kini mengusungnya, bahwa ada kelompok radikalisasi juga secara diam diam selama ini yang menolak Ahok dengan topeng Anti NKRI-nya, maka saya menduga, cincai cincai RAPBD DKI akan kembali terjadi. 
Ituuh….. !!!

 

(Sumber: Status Facebook Arloren Antoni)

Thursday, September 22, 2016 - 08:00
Kategori Rubrik: