Dia Terlanjur Kokoh untuk Dicubit

ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Risma mulai ada yang mencubiti, sementara Anies mulai ada yang membela dan membelai.

Misalnya dalam sebuah rapat paripurna baru lalu, politikus NasDem bertanya kepada Wali Kota Tri Rismaharini terkait kebiasaan Kepala Bappeko Eri Cahyadi yang sering blusukan sebagai pencitraan jelang Pilwali 2020. Tak hanya itu, Imam juga menuding adanya praktik mafia perizinan di lingkungan Pemkot Surabaya.

Kontan saja Risma membantahnya dengan tegas dan "garang". Mereka keliru besar jika ingin melalukan itu. Risma sama sekali bukan Anies. Risma itu "sejenis" Ahok, tapi dia perempuan.

Dia sama "rajawali"nya dengan Ahok. Risma tahu betul Surabaya, bahkan sampai sekrup-sekrupnya. Anies ? Anda tahu jawabnya !

Risma sungguh masuk ke relung hati warganya. Ketika bom merongrong Surabaya, Risma bahkan mendatangi "nyaris" satu demi satu warganya, memastikan mereka baik dan bisa menjaga diri.

Perempuan rajawali ini bahkan mirip Jokowi. Pantatnya nyaris tak pernah menyentuh kursi Surabaya-1. Perempuan ini jauh dari kenyamanan tahta. Dia berkeringat di lapangan, dia memeluk warganya yang susah - tanpa pandang bulu.

Risma bisa selembut salju memeluk anak yatim, tapi juga bisa segarang harimau menghardik bawahannya (siapapun) yang tak beres.

Dia bahkan pernah ingin membantu bagaimana cara mengelola sampah di Jakarta. Sebab di Surabaya dikelola dengan baik.

Dia yang pertama menangis ketika rakyatnya dilanda duka. Dia yang pertama tertawa ketika rakyatnya disiram suka.

Kalian keliru jika ingin jadi oportunis politik dengan mencubit Risma. Risma sudah keburu besar dan kokoh untuk dicubit-cubit seperti itu.

By : HT

https://m.detik.com/…/dikritik-politikus-nasdem-risma-dan-k…

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Wednesday, November 6, 2019 - 09:00
Kategori Rubrik: