Dia Tak Berharap 72 Bidadari

ilustrasi

Oleh : Asrof Husin

Pada 13/9/2019 viral berita seorang kakek bernama Tan Ie Hok Fuk alias Afuk ( 50 th ) rela mengayuh sepeda ontelnya dari Solo Jateng hingga Pasuruan Jatim , demi mengantarkan dompet milik warga Pasuruan yang jatuh diwilayahnya.
" Saya nolong itu Ikhlas enggak mau diberi apa2 , tapi dari pihak sana kaget tahu saya dari Dolo naik sepeda , akhirnya kita makan dulu, baru saya lanjutkan perjalanan ke Solo ".

" Saya lacak alamat yg ditelusuri, saya lapir lewat FB enggak ada tanggapan , ke Polsek Ngoro ( wilayah Mojokerto ) enggak ada tanggapan, akhirnya saya putuskan untuk mengantar langsung dgn bersepeda ".
Afuk menjual HPnya seharga 650 ribu yg digunakan memperbaiki sepeda sebelum berangkat dan membeli makanan , berangkat dari Solo pd selasa jam 08.00 dan sampai di Pasuruan pada rabu pagi , perjalanan kurang lebih 300 Km, dompet yg dikembalikan yg berisi uang dan surat/kartu2 identitas tsb tanpa berkurang sedikitpun dan Afuk menolak diberi imbalan.

Sebelumnya juga pd Agustus yg lalu 4 bocah di Blitar Jatim, 2 anak SD, 2 anak SMP, mengayuh sepeda puluhan kilometer untuk mengembalikan dompet berisi uang 900 ribu kepada pemiliknya.

Afuk dengan sepeda ontel tuanya, dgn biaya pribadi dgn menjual HPnya, ikhlas menempuh perjalan jauh yg mana rantai sepedanya sempat 3 kali putus , niat super Afuk semata2 hanya ikhlas berbuat kebaikan terhadap sesama dan dalam berbuat kebaikan Afuk menolak diberi imbalan , karena perbuatan baik yg super ikhlasnya bukan karena ingin mendapat imbalan , bukan karena berharap masuk surga dan bukan juga berharap mendapatkan 72 bidadari, dia tidak berharap 72 bidadari , dia hanya berharap menemukan pemilik dompet, mengembalikannya tanpa pamrih, menolak diberi imbalan, karena niatnya adalah berbuat baik ikhlas dan jiwanyapun puas, karena perbuatan baik adalah makanan jiwanya.

Coba kita bandingkan sekarang dgn para teroris yg mengatas namakan agama, diluar kelompok mereka adalah kafir, membuat teror atas nama agama, membunuh atas nama agama, membunuh adalah ibadah, membuat banjir darah terhadap sesama demi negara agama adalah perintah Tuhan, bom bunuh diri adalah perintah Tuhan dan mati langsung masuk surga dengan dijemput 72 bidadari .
Luar biasa setelah melakukan pembunuhan sadis mereka bisa masuk surga.

Seharusnya orang seperti Afuk yg dgn keikhlasan hatinya melakukan perbuatan super baik tanpa pamrih yang layak menjadi penghuni surga dan bukannya manusia2 sadis membunuh atas nama agama.
Tetapi kata Kadrun Afuk tetap kafir dan tidak bisa masuk surga , :
: Berhentilah ngomong kafir dan berhentilah menjadi Tuhan.
Tuhan saya itu Tuhan yang Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang dan bukan Tuhan Yang Maha Sadis, Maha Kejam.

SALAM DAMAI.
BANYAK2LAH BERBUAT KEBAIKAN TANPA MEMBEDAKAN SUKU DAN AGAMA.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Monday, November 11, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: