Dia Bukan Pemimpin tapi Seorang Ibu

ilustrasi

Oleh : Ayu Alit Suadnyani

Dia bukan pemimpin. Karena seorang pemimpin tidak akan seperti ini.
.
Dia seorang Ibu. Sungguh seorang Ibu. Karena seorang Ibu tidak akan pernah lelap tidurnya, saat anak-anaknya kedinginan dalam gelimang banjir.
.
Dia seorang Ibu, yang tak akan pernah tenang dalam penderitaan anak-anaknya.
.
Dia bukan pemimpin sebuah kota. Ia Ibu sebuah rumah besar bernama Surabaya.
.
Ia bukan pemimpin. Ia bukan penguasa. Maka ia tidak mengejar rasa hormat.
.
Ia seorang Ibu, maka ia hanya memiliki cinta untuk dibaginya sepanjang waktu.

Cinta pada rumahnya, pada anak-anaknya, pada semua keluarga dan para tamu yang bertandang ke rumahnya.
.
Tapi ia bisa menjadi Ibu dari sebuah kota, karena ia telah menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Ia telah menjadi penguasa atas dirinya sendiri.
.
(Hanya sebentuk rasa hormat pada Jiwa yang berjalan dalam kebenaran dan kebajikan)
.
Semoga selalu sehat, Ibu. Semoga semesta menjaga setiap langkahmu. Badai akan berlalu, menyisakan seorang Ibu yang tetap tegar bagi anak-anaknya.

Sumber : Status Facebook Ayu Alit Suadnyani

Tags: 
Wednesday, February 5, 2020 - 07:30
Kategori Rubrik: