Di Tiongkok Tak Ada Urusan HAM

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Intinya kalau ada yang mengacaukan politik dan keamanan negara..., tidak.peduli itu adalah dewa ..., ataupun setan..., ataupun aliran apa (mau uighur..., mau tibet..., mau falun gong..., mau suku lain..., apalagi separatis kampret)..., maka tindakan tegas tanpa ampun tanpa pandang bulu akan dilakukan pemerintah.

Bagi Tiongkok..., persetan dengan itu semua..., jika hanya membuat ketidakstabilan keamanan bangsa dan negara.

Pelakunya pasti akan dihajar habis oleh pemerintah dan aparatnya tanpa ampun.

Motto pemerintah Tiongkok....:

Bangsa dan negara..., didirikan dengan perjuangan dan tetesan darah para pendiri dan pahlawan2nya.

Jadi tidak boleh siapapun yang mencoba untuk mengubah ideologi negara..., apalagi mengacaukan keamanan dan kestabilan negara.

Hal.itu sama saja dengan pengkhianat..., dan hukumnya adalah minimal....: membusik di penjara atau mati.

Motto inilah dipakai Deng Xiao Ping..., saat memberangus para demostran 'Tian An Men'...,
yang mengakibatkan kematian ribuan orang demonstran.

Bagi Deng waktu itu..., daripada bangsa dan negara Tiongkok hancur ber-keping2 yang isinya miliaran orang..., maka lebih baik yang mati ribuan orang..., tetapi negara tetap utuh.

Apalagi bagi pemerintah..., para demonstran.itu adalah
'pengkhianat bangsa dan negara'.

Masalah mau separatisme di negara..., itu hanya cari penyakit/mati saja.

Korupsi saja dihukum tembak mati..., apalagi separatis kayak kampret seperti mereka.

Bagi pemerintahan tiongkok..., silakan untuk ibadah..., agama/aliran apa saja..., tapi jangan coba2 di dalam ibadah itu diselipi dengan masalah politik.

Apalagi berniat untuk mengacaukan kestabilan politik keamanan negara..., maka agama/aliran apapun yang mencoba melanggar larangan itu..., tidak pandang bulu..., pasti di berangus tanpa ampun.

Tiongkok mempunyai prinsip.., bahwa sebuah negara yang ingin maju dan rakyatnya sejahtera..., maka keamanan dan ketertiban hukum negara harus benar2 di tegakkan tanpa pandang bulu.

Buktinya yang koruptor pasti membusuk di penjara dan ditembak mati tanpa pandang bulu..., apalagi
Separatis yang mau merdeka...., pasti diberangus tanpa ampun.

Jika tidak setuju...,
silakan keluar dari tanah Tiongkok.

Maka ribuan orang yang keluar gabung dengan teroris..., itu se-mata2 hanya dibiarkan pergi..., karena memang dianggap hanya sampah oleh pemerintah.

Namun setelah bergabung dengan ISIS..., tidak lagi bisa pulang..., kalopun pulang maka tiada ampun juga..., karena tetap dianggap teroris.

Jadi tindakan tegas pemerintah ini benar2 membuat negara dan bangsa tiongkok maju pesat hanya dalam tempo 20-30 tahun..., dan menjadi negara yang punya cadangan devisa terbesar di dunia.

Dengan penduduk yang begitu besar..., jika tidak tegas pada hukum negara..., maka negara bisa terombang ambing dan tidak bisa maju2..., bahkan bisa pecah ber-keping2.

Dan Itu semua..., diteladani dan dicontohkan dahulu oleh para petinggi pemerintah..., baik di pusat sampai ke pelosok pemerintahan terbawah.

"Rumah tangga ada aturan rumah tangga..., dan negara ada hukum negara".

Semua harus ditegakkan dengan konsekwen dan tegas..., baru semua bisa damai..., tentram.., maju dan sejahtera.

Andai..., Indonesia berani seperti itu...

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

Thursday, November 14, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: