Di Mal Boleh Kumpul, di Masjid Tidak?

ilustrasi

Oleh : Alexander Siagian

Sebenarnya bukan cuma masjid tetapi juga gereja, kelenteng, kuil, vihara, dan rumah-rumah ibadah agama lainnya juga diserukan agar tidak dipakai untuk ibadah umum. Umat diserukan agar beribadah di rumah masing-masing.

Lalu kenapa mal, pasar, beberapa kantor, dan beberapa tempat lain kok dibolehkan? Karena kegiatan di tempat-tempat itu memang tidak bisa dilakukan di rumah saja. Maka mal yang buka itu cuma untuk swalayan, farmasi, dan kebutuhan sehari-hari saja. OK, bisa belanja online dari rumah, tetapi tidak semua orang bisa demikian. Lagipula kalau belanja online pun harus tetap ada tempat untuk menyimpan barang dagangan dan ada orang yang harus mengantar bukan.

Beberapa pabrik pun harus tetap berjalan karena ada kepentingan yang tidak bisa ditunda. Contoh, produksi masker dan APD, mau tak mau harus terus berjalan.

Memang harus diakui bahwa terjadi pelanggaran "jaga jarak aman" di tempat-tempat tersebut. Namun pelanggaran itu bukan berarti tempat tersebut (seperti mal, pabrik, kantor, dan baru-baru ini bandara) harus dilarang. Yang perlu diatur adalah protokoler jaga jarak aman di tempat-tempat tersebut. Pihak pengelola harusnya bisa mengatur bagaimana caranya agar tidak terjadi orang bergerombol di swalayan. 

Misalnya, dengan menerapkan nomor undian untuk masuk. Di bandara juga harusnya ada pengaturan agar calon penumpang tidak mengantri panjang, misalnya dengan menambah jumlah petugas dan mengurangi slot penerbangan.

Bagaimana dengan ibadah? Sebenarnya rumah ibadah tidak ditutup total. Muazin di masjid masih bisa mengumandangkan azan dari masjid. Di beberapa gereja Katolik, imam masih melaksanakan misa tanpa kehadiran umat. Di beberapa gereja Protestan, pendeta masih berkhotbah di mimbar gereja yang disiarkan secara live streaming. Agama-agama lain juga kurang lebih sama. Lalu kalau masih mempertanyakan, kok diskriminatif terhadap rumah ibadah, saran saya sih silakan saja beribadah secara berjamaah di rumah ibadah, tetapi mereka harus dijadikan ODP semua.

Sumber : Status Facebook Alexander Siagian

Tuesday, May 19, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: