Di Bawah Bayang-Bayang Ahok

Ilustrasi

Oleh Aldi Bhumi

Kelihatannya pa Ahok sudah siap menjalankan perannya sebagai martir. Beberapa saat setelah pengacara Ahok menyampaikan memory banding, keluarga Ahok datang dan mencabut gugatan banding.

Tentu keputusan ini mengejutkan banyak pihak. Baik para pendukungnya, yg pasti berharap banyak dari banding yang dilakukan Ahok, maupun pembencinya, yang entah mengapa berasumsi apapun yang dilakukan Ahok pasti jahat.

Sepertinya Ahok tetap menorehkan catatan sejarah bagi bangsa Indonesia sekalipun dari balik jeruji penjara.

Bila dipikirkan secara terbuka, pilihan Ahok sebetulnya masuk akal. Keluarga Ahok pasti sudah bosan dengan konflik tak berujung yang dialami sang ayah. Banding juga tidak menjamin nasib yang lebih baik bagi Ahok. Dan yang paling penting, konflik diantara pendukung dan pembencinya tidak akan berakhir bila tak ada tindakan penentunya.

Saat ini pak Ahok mengambil higher ground. Posisi yang lebih tinggi dari pembenci utamanya, Habib Rizieq Shihab. Selain memperjelas jiwa negarawannya, Ahok juga memberi kontras tindakan yang diambilnya dibanding Rizieq.

D sisi lain, tindakan Ahok tentu menguntungkan bagi calon penerusnya. Karena tentunya kita sadari bersama, tidak mungkin membangun sebuah kota yang terlarut dalam konflik.

Harus dipahami juga, tugas Anies tidak mudah. Selain akan dikejar janji2nya, Anies akan selalu diperbandingkan dengan pendahulunya dalam hal apapun.

Mulai dari kemampuannya menghadapi mafia anggaran, mafia tanah, PNS nakal, banjir, macet, sampai ke masalah ada tidak adanya warga yang minta selfie ketika menghadiri acara umum, seperti acara wisuda murid sekolah. Semua akan dibanding2kan.

Belum lagi pengamatan kritis dari para pendukung Ahok. Apapun yang dilakukan Anies pasti discrutinized habis2an. Sangkaan korupsi akan menghantui setiap geraknya. Berbagai macam tuduhan siap menerkam dalam setiap pengambilan keputusannya. Bila sampai ada standard yang menurun dari masa2 Ahok, siap2lah mendapat bullyan bertubi2. Bahkan tidak menutup kemungkinan munculnya hoax untuk mendiskreditkan pencapaian Anies.

Persis seperti apa yang di alami Ahok selama ini.

Bayangkan, bila semua itu harus di lalui Anies dalam iklim kebencian di Jakarta yang panas. Tentunya Jakarta tak bisa berkembang dalam keadaan seperti ini.

Memikirkan semua itu, tidak mengherankan bukan? Bila Ahok mengambil keputusan seperti ini? Mengambil posisi sebagai negarawan, yang lebih mementingkan kepentingan rakyat banyak, daripada dirinya sendiri. Dan menjalani masa 2 tahunnya dengan tenang.

Don't worry koh Ahok. We get the point. We'll honour ur decision.

Toh warisan terbaik anda bukanlah Lingkar Susun Semanggi, bukan RPTRA Kalijodo, dan bukan pasukan orange.

Warisan terbaik anda adalah munculnya Ahok2 muda yang terinspirasi.

Lagipula, kita selalu memiliki standar observasi kritis yang telah d tetapkan pembencimu untuk menjaga Jakarta.

(kwek)

Sumber : Status Facebook Aldi Bhumi

Tuesday, May 23, 2017 - 12:45
Kategori Rubrik: