Detik-Detik Pencawapresan KH Ma'ruf Amin

Oleh: Sunardian Wirodhono

 

Saya ingin buka sedikit rahasia langit. Jangan lupa, ini atas jasa Amien Rais, yang memberi tahu bahwa para malaikat sedang berdoa agar Jokowi kalah. Maka saya nyusup ke langit. Ketika malaikat istirahat sejenak dari berdoa, karena haus, saya ndusel bertanya, “Kenapa Pak Mahfud MD nggak jadi cawapres Jokowi?”

Tak satu pun malaikat menjawab. Sampai akhirnya ketemu malaikat baik hati dan tidak sombong, sesuai dalil naqli. Kayaknya ini malaikat golput, karena tak ingin mendoakan Jokowi kalah, atau mungkin anggota kelompok yang berdoa agar Jokowi menang. Dari malaikat ini saya dapat jawaban, “Kalau Jokowi ngambil Mahfud jadi cawapres, itu lebih berbahaya. Maka dia turuti bujukan Romy dan Imin, pada detik-detik terakhir ketika para ketum parpol koalisi hendak menandatangani pengajuan capres,…”

 

 

Jawabannya panjang. Saya ringkaskan, biar nggak ngabisin pulsa. Jokowi sebenarnya sudah fix dengan Mahfud cawapres. Bahkan dalam rencana Jokowi, pendaftaran Jokowi-Mahfud ke KPU akan boncengan gold choopers kebanggaan presiden. Pada detik-detik terakhir itu pula, Mahfud merapat ke seberang jalan, tak jauh dari tempat Jokowi dengan para ketum parpol.

Dalam situasi terdesak, capres yang tak punya partai politik (setidaknya bukan ketum) itu, Jokowi kalah telak. Disitu ia tak punya pilihan. Kalau PPP dan PKB (sebagai pengusung di tikungan) membelot ke toko sebelah? Bisa goyah koalisi dukungan. Malaikat yang baik hati, entah atas suruhan siapa, membisiki Jokowi, “Ya, udah, ambil saja,….”

Doa orang teraniaya dikabulkan, begitu tulis sebuah tulisan. Dan jika ucapan adalah doa, ucapan Mahfud MD yang ngomong ‘tinggal menunggu waktu’ pun makbul. Apalagi Romy pernah menuding Mahfud gegabah menerjemahkan komunikasi dengan Istana, dianggap lancang menyiapkan baju sendiri. Di sisi lain, kita tahu, Romy bermain di dua kaki, setelah sebelumnya tak mendapat respons Jokowi soal cawapres Ma’ruf Amin. Dia bermanuver ke Mahfud, dengan membocorkan pilihan Jokowi (pada Mahfud) ke publik. Dan di waktu paling kritis itu, bersama Cak Imin, dimintanya Jokowi menimbang ulang soal cawapres Mahfud, sembari memunculkan nama Kyai Ma’ruf sebagai kartu truf.

Lho, lha kok terus Romy ditangkep? Yang nangkep KPK! Dan dia ditangkep karena ketahuan transaksi duit jual-beli jabatan! Bukan prestasi Jokowi? Tentu saja, karena malaikat bilang, “Udah Jok, kamu diam saja, silent operation yang bergerak,…” Karena itungannya, Kyai Ma’ruf wapres maka yang merasa berjasa level lobinya naik. Jual-belinya bukan eceran kakanwil lagi. Naik ke level menteri, dubes, komisaris BUMN, dsb, dsb. Ingat kan, ada ketum parpol yang sudah menggadang 60% menteri dari PKB?

Terus, kapan yang satunya ditangkap? Hus, itu mah nyebar rumors. Nanti lihat setelah pilpres deh. Satu-satu. Sabar. Untung saja, Kyai Ma’ruf semalam lebih pintaran dari cawapres sebelah.

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

Monday, March 18, 2019 - 23:45
Kategori Rubrik: