Deretan Jenderal di Belakang Jokowi Bikin Prabowo Ngeri Dan Tak Bisa Tidur

Pemerintahan Joko Widodo saat ini dikelilingi oleh 11 jenderal. Selain kapabilitas, kehadiran belasan jenderal di berbagai posisi pemerintahan untuk memperkuat jalannya pemerintahan.Sekadar diketahui, Presiden Jokowi menunjuk sejumlah jenderal purnawirawan di struktur pemerintahannya. Meski memasukkan pensiunan TNI ke dalam pemerintahan juga kerap dilakukan para presiden sebelum Jokowi, sejumlah kalangan menilai apa yang dilakukan Jokowi merupakan bagian dari strateginya untuk menghadapi pemilihan presiden tahun depan. Citra dekat dengan TNI dianggap perlu karena pada 2019 Jokowi diperkirakan kembali menghadapi Prabowo Subianto yang memiliki latar belakang militer.

 

 

Oleh : Ester Nuria Surianegara

Terkadang takut mengambil pilihan atau resiko itu justru malah jauh LEBIH MENAKUTKAN daripada pilihan-pilihan atau resiko itu sendiri.
.
Sesungguhnya hidup tidak melulu tentang perkara apa yang benar atau baik ... Akan tetapi hidup terkadang juga tentang bagaimana sesuatu yang salah atau buruk BERPROSES atau BERJALAN menuju ke arah yang benar atau lebih baik.
.
Ingat, tidak pernah ada orang yang terlalu benar maupun terlalu salah ... Karena pada dasarnya siapa pun dapat belajar atau mengambil hikmah dari setiap hal yang terjadi, apapun/bagaimana pun itu.

Diketahui telah ada beberapa pensiunan jendral TNI di lingkaran kekuasaan Jokowi. Mereka di antaranya adalah Jendral (Purn) Wiranto yang menjabat sebagai Menkopolhukam, Jendral (Pur) Luhut Binsar Panjaitan menjabat sebagai Menko Bidang Kemaritiman dan Jendral (Purn) Ryamizard Ryacudu menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

para jendral itu disiapkan Jokowi sebagai lawan tanding yang setara bagi koalisi Prabowo. Para jendral di belakang Jokowi itu, dianggap sebagai sarana untuk melawan dan mengacak-acak kekuatan koalisi Prabowo di 2019.

Jadi posisi Jokowi sebagai calon incumbent itu harus menghadirkan lawan tanding yang setara untuk political bargaining yang memberikan efek politik mengacak acak (koalisi Gerindra, PKS dan PAN), hingga tak gentar lagi sebagai incumben untuk maju lagi

Jokowi bukan orang militer, dia adalah sipil murni. Meski begitu, banyak kalangan militer berpengaruh yang siap mendukungnya. Menghadapi Prabowo sebagai mantan Danjen Kopassus, Jokowi punya sederet Jenderal yang siap melawan strategi militer mantan menantu Soeharto tersebut.

Inilah deretan Jenderal di belakang Jokowi

#1 Letjen TNI (Purn) Lodewijk F Paulus

Mantan Danjen Kopassus ini adalah pendukung Jokowi dari partai Golkar, dia menjabat sebagai wakil ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf

#2 Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian

Mantan Wakasad ini telah mendeklarasikan dukungannya pada Jokowi-Ma'ruf Amin. Tak tanggung-tanggung ia bahkan membentuk sebuah kelompok yang diisi oleh jenderal purnawirawan yang menamai diri Cakra19.

Nama CAKRA sendiri diambil berdasarkan kata Sansekerta, diartikan sebagai pusat energi, roda atau lingkaran dari kekuatan-kekuatan positif yang dilengkapi kreativitas dan kebebasan berekspresi, guna mencapai tujuan bagi kebaikan bersama.

#3 Jenderal TNI (Purn) Moeldoko

Mantan Panglima TNI bahkan sedang menjabat sebagai Kepala Staf Presiden, ia tampil garang saat membela Jokowi dalam berbegai kesempatan.

#4 Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar

Agum kini menjabat sebagai Anggota Wantimpres

#5 Jenderal TNI (Purn) Wiranto

Mantan atasan Prabowo ini tengah menjabat sebagai Menkumham

#6 Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

Mantan Kasad TNI ini adalah menteri pertahanan di kabinet Kerja

#7 Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan

Mantan Wakapolri ini menjabat sebagai Kepala BIN

#8 Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan

Dikenal sebagai jenderal terdekat Presiden Jokowi, ia menduduki banyak posisi strategis di pemerintahan Jokowi.

#9 Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi Ketua Bravo 5 dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Suaidi Marasabessy beserta beberapa Jenderal lainnya yang berada di Team Bravo 5.

PENDUKUNG yang sehat tentu tidak akan sibuk untuk menyerang lawannya, dan tidak juga ribut bila harus bertahan.
.
Ia pun tidak merasa sakit ketika idolanya dicela, juga tidak berhasrat untuk (membalas) mencela yang lainnya.
.
Sesungguhnya setiap manusia dianugerahi naluri senang kepada orang yang berbuat baik, juga naluri tidak senang kepada orang yang berbuat buruk.
.
Jika kita dapat menyadari dan memahami, betapa indahnya kehidupan ini apabila segenap umat manusia dapat mencurahkan seluruh hidupnya untuk kebenaran, kebaikan, dan keindahan bersama.
.
Maka dari itu, selama kita terjaga (dalam ranah kesadaran), seyogyanya bila kita mengembangkan #Cinta, karena ia adalah PUNCAK PENGABDIAN kemanusiaan.
.
Sebagaimana IMAM SYAFI'I pernah berkata :
"Mata hati yang mencinta akan melihat yang dicinta serba benar dan indah.
Mata hati yang membenci akan melihat yang dibenci seluruhnya salah dan buruk rupa"
.
Just remember...
Kebencian bisa jadi akan menutup akal sehat untuk dapat berpikir dengan tenang, jernih, dan jujur.
Begitu pula halnya cinta, yang mana ia dapat membutakan, menulikan, dan membisukan para penikmatnya. 
.
Kedengkian dan kebencian bisa jadi pula membuat kehidupan menjadi gelap gulita.
Namun halnya cinta dan belas kasih, tentu akan membuat kehidupan menjadi terang bercahaya.

#EsterNuriaSurianegara 
#PenaPendosa.

Wednesday, September 12, 2018 - 23:45
Kategori Rubrik: