Depresiasi Mata Uang Rupiah Tidak Mempunyai Hubungan dengan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh: Adrian Kaifan

Nilai tukar mata uang yang kuat semisal thd US Dollar, sering dianggap sebagai tanda kekuatan ekonomi. Jika mata uang sendiri nilai tukar nya lemah thd US Dollar, maka hal ini bisa menjadi senjata oposisi utk menyerang petahana. Dikatakanlah bhw pertumbuhan ekonomi ikut melemah.

Secara umum, seringkali politisi khawatir jika mereka melihat 'pelemahan' dalam nilai tukar. Mereka akan berkata bhw nilai tukar yang kuat sebagai simbol kesuksesan ekonomi. Dalam jangka panjang, nilai tukar yang kuat (apresiasi) cenderung terjadi di negara-negara dengan inflasi rendah, yg punya daya saing tinggi dan kinerja ekonomi yang kuat.

Namun, ketika kita menjaga nilai tukar yang tetap kuat ini justru menyebabkan resesi lebih dalam. Nilai tukar yang kuat dapat MENEKAN pertumbuhan ekonomi karena:

1. Ekspor lebih mahal, oleh karenanya lebih sedikit permintaan untuk ekspor;
2. Impor lebih murah, karena itu lebih banyak permintaan untuk barang-barang impor (dan karena itu lebih sedikit permintaan untuk barang-barang yang diproduksi di dalam negeri);
3. Dan secara keseluruhan, apresiasi ini mengurangi Agregat Demand (AD) atau total permintaan dalam perekonomian.

Di lain pihak, apa yg terjadi jika terjadi depresiasi spt nilai tukar Rupiah skrg yg sudah di atas Rp14rb/USD1,-?

1. Volume ekspor meningkat;
2. Volume impor berkurang;
3. Produk dalam negeri menjadi dominan pemakaiannya, shg usaha2 utk mencintai hasil produksi dalam negeri akan berhasil;

Jadi, apakah depresiasi mata uang Rupiah mempunyai hubungan dg pertumbuhan ekonomi? Jawabnya adalah TIDAAAAKKKKK!!! Nilai tukar mata uang ditentukan bukan dari pertumbuhan ekonomi suatu negara. (https://www.economicshelp.org/…/exchange-rate-and-economic…/)

Gue tantang pakar ekonomi Kampret, pemerhati depresiasi Rupiah dan bersyukur Rupiah melemah Pak Rahmat Budhiaji dan Pak Al Halim utk menyanggah tulisan di status gue ini!
 
Sumber : Facebook Adrian Kaifan
Thursday, September 6, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: