Demokrat Akhirnya Seperti Parpol Lain

ilustrasi

Oleh : Kristian Thomas
Pecahnya suatu partai menjadi fenomena wajar dalam perpolitikan di Indonesia.
Demokrat bukan satu-satunya partai yang pecah karena KLB, berawal dari PDI terkenal dengan tragedi "kuda tuli" karena terjadi pada 27 juli 1996, dimana terjadi dualisme kepemimpinan pada waktu itu kubu soerjadi menyerang kantor PDI di jalan Dipenogoro hingga lahirlah PDI-P.

Golkar pun mengalami hal yang sama, akibat dari pencalonan kembali  Aburizal Bakrie pada Munas Golkar ke IX pada tanggal 24 November 2014, dimana banyak senior golkar yang menginginkan Posisi tersebut.
PKB pecah karena manuver cak imin yang membuat MLB (Musyawarah Luar Biasa) sendiri di hotel mercure ancol 31 april 2008 dan mendepak Yenny Wahid dari Posisi Sekjen PKB, pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono

PPP mengalami perpecahan pada tahun 2014,  Romahurmuziy menuduh Surya Dharma Ali melakukan keputusan ilegal dengan berkoalisi dengan gerindra, dalam memberi dukungan pada Jokowi Ahok maju pilkada DKI. Ada indikasi kuat perebutan "gizi" dalam konflik ini.

Sekarang 2021 badai menerpa Demokrat, hal ini terjadi karena konflik pendiri partai Demokrat dengan trah SBY, dimana banyak penilaian buruk terhadap kepemimpinan AHY, sehingga diselenggarakan KLB Demokrat pada tanggal 5 Maret 2021, dan memutuskan Moeldoko menjadi Ketua Umum menggantikan AHY.

Jadi Perpecahan dalam upaya menyelamatkan partai atau merampas kekuasaan merupakan bagian wajar dari Demokrasi di Indonesia, dan menurut saya bila Jokowi ingin Demokrat hancur, bisa saja dia membiarkan Demokrat tetap di pimpin AHY.
selamat bertugas pak Moeldoko
Sumber : Status Facebook Kristian Thomas SE.,Ak.,SH

Sunday, March 7, 2021 - 14:00
Kategori Rubrik: