Delusi Para Pecundang

ilustrasi

Oleh : Wasil Belian

Kawan saya berseloroh di statusnya, “para pemenang memang banyak bicara, tapi para pecundang banyak alasan”.

Saya kira ungkapan ini seperti cermin sekarang, terutama melihat bagaimana hasil quick count pilpres 2019 yang baru lalu.

Para pencundang yang tak mau mengaku kalah ini selalu mengomel, memberondong dengan tuduhan, mencaci semua orang, meski tak ada yang nanya sekalipun.

Semua disalahkan; KPU dituduh ngga becus, Bawaslu disangka berpihak, lawan politik dianggap curang. Semua bentuk emosi negative ditumpahkan.

Sekali lawan di sebelah bereaksi, maka para pecundang ini kemudian memainkan “playing victim”, merasa jadi korban.

Lihatlah bagaimana reaksi mereka merisak akun IG istri Andre Taulany yang menganggap aneh si capres 02 yang deklarasi kemenangan 3x padahal hasil quick count menyatakan sebaliknya. Kasihan kan.

Itulah delusi, orang-orang yang tak siap kalah. Selalu merasa yakin akan menang, dengan mengandalkan analisa subyektif; pikiran sendiri, survey internal, bacotan pendukung sendiri, ya pastilah semua informasi itu akan menyenangkan otak sendiri. Manusia cenderung membenci informasi yang tak menguntungkannya.

Apalagi ditambah dengan keyakinan bahwa mereka sedang berjihad, berperang di jalan agama. Padahal ini hanya proses politik yang biasa.

Sudah 9x presiden berganti, Indonesia tetap berdiri. Islam dan agama lain tetap menjalankan ibadah dengan bebas. Hanya beberapa kecoa radikal yang mencoba mengubek2 kerukunan beragama, itupun segera ditumpas.

Para pecundang ini cocoknya dikasihani, jangan ditertawakan. Menertawainya hanya akan membuat mereka semakin beringas.

Dengan mengasihani, dan kalau bisa memberi ucapan “selamat” tentu akan membuat hatinya tenang. Hati yang tenang mudah dirasuki pikiran yang baik.

Biarkan nanti hasil hitung resmi KPU yang akan menampar delusinya. Jangan kita.

Sumber : Status Facebook Wasil Belian

Tuesday, April 23, 2019 - 14:00
Kategori Rubrik: