Deklarasi Kalibata Eratkan Keberagaman

Ilustrasi

Oleh : Awan Kurniawan

Merasa prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia yang dinilai tengah mengalami krisis persaudaraan, Komunitas Islam Rahmatan Lil'alamin bersama Solidaritas Boedoet menggelar diskusi Ngobrol Kebangsaan yang mengangkat tema "Merayakan Toleransi Dalam Keberagaman".

Pendiri Komunitas Rahmatan Lil'alamin, Ade Abdullah mengatakan tujuan diselenggarakannya diskusi yang bakal menjadi agenda rutin ini adalah untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang mulai dirusak oleh sekelompok masyarakat.

"Acara ini kita gelar berangkat dari rasa keprihatinan terhadap bangsa yang saat ini tengah mengalami krisis persaudaraan. Dimulai dari media sosial yang banyak menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian, dan juga intoleransi. Kita ingin memperkuat lagi nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila," ujar Ade Abdullah, di Jakarta, Minggu (23/7).

Acara ini menghadirkan sejumlah pembicara seperti Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas hingga Prof. Sumanto Al Qurtubi. Beberapa peseta diskusi juga ikut dimintai pandangannya mengenai keberagaman, seperti Sukmawati Sukarnoputri, Niluh Djelantik, hingga pengamat perang Dina Sulaeman.

Di akhir acara, sekitar 500 peserta yang hadir membacakan Deklarasi Kalibata yang berisi tiga poin penting, yaitu bertekad bulat menjadikan empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tungga Ika sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara, serta menanamkan jiwa dan sikap kepahlawanan, cinta tanah air, dan bela negara kepada setiap anak bangsa untuk menjaga keutuhan dan kelestarian NKRI.

Poin kedua yaitu berkomitmen menanamkan dan mengembangkan nilai keberagaman, menghargai kemajemukan, dan memajukannya sebagai realitas budaya dan bangsa, serta menolak segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, anti NKRU, intoleransi, radikalisme, dan juga terorisme di semua lapisan masyarakat.

Poin terakhir adalah berkomitmen melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam seluruh kehidupan dengan penuh dedikasi dan cinta tanah air.

"Deklarasi Kalibata ini sebagai bentuk komiten kita akan kebangsaan, itu saja. Kita benar-benar ingin menjadikan momentum di Kalibata ini untuk merajut kembali tali kebangsaan yang sudah dipecah oleh beberapa kelompok," tuturnya.

Ade mengatakan acara seperti ini bakal menjadi agenda rutin, setidaknya hingga penyelenggaraan Pemilu Presiden tahun 2019, supaya pelaksanaan Pemilu Presiden bisa berjalan lebih tertib dan aman.

Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan

Tuesday, July 25, 2017 - 15:00
Kategori Rubrik: