Debat Cawapres

ilustrasi

Oleh : Aldira Maharani

Ada beberapa hal yang menarik dan saya melihat Kyai Ma'ruf Amin lebih unggul dalam debat semalam karena beliau menguasai panggung dengan sangat baik daripada Sandiaga Uno.

Pertama, Pada saat Kyai Ma'ruf Amin menyampaikan visi misi. Pesan pembuka dengan gestur yang sangat santun. Tapi sebenarnya ada makna cerdas disitu.

Kedua, Kyai Ma’ruf Amin sebagai seorang Kyai banyak menyampaikan pesan-pesan Islami yang menunjukkan kerelijiusannya sebagai ulama besar di Republik ini.

Ketiga, Para pendukung yang hadir dari kubu 01 sebagian besar dari para milenial ditambah ada tokoh senior ibu Megawati juga ikut hadir untuk memberikan dukungan moril.

Ini menunjukan bahwa Cawapres 01 mewakili generasi milenial dengan segala dinamikanya, penuh optimisme ke depan.

Daya pengaruh personal Kyai Ma'ruf Amin sangat tinggi, sebaliknya daya pengaruhnya Sandiaga Uno sangat rendah atau bahkan tidak memberikan efek apa-apa.

Ini membuktikan bahwa Kyai Ma'ruf menjadi endorser yang kuat sebagai cawapres.

Saya melihat letak perbedaanya ada pada ‘influence’ kemampuan mempengaruhi orang lain.

Dan Kyai Ma'ruf Amin mempunyai kemampuan Leadership dan Management. “The key to successful leadership today is to influence not authority”.

Kunci sukses dalam memimpin saat ini adalah kemampuan mempengaruhi orang lain, mengarahkan keinginan, kemampuan dan seorang pemimpin yang sanggup berjuang dalam satu bidang atau sektor dengan menanggapi masalah-masalah yang terjadi.

Maka sangat dibutuhkan figure seorang pemimpin yang mampu untuk menjadi sumber pengharapan dalam melakukan pembaharuan kepemimpinan yang efektif. Dan itu ada di dalam diri Kyai Ma'ruf Amin.

Kyai Ma'ruf Amin sudah memiliki leadership quality yang tinggi dalam memimpin, terbukti daya pengaruhnya kuat terhadap publik.

Semakin tinggi nilai personal brand seseorang, maka semakin kuat pula pengaruhnya terhadap publiknya.

Sedangkan Sandiaga Uno, dia memimpin dengan gaya lama ‘old fashion way.‘

Di jaman sekarang, memimpin dengan cara old fashion way akan ditinggalkan publiknya karena daya pengaruhnya rendah, malah cenderung menimbulkan resistensi dari publik.

Disini bukan masalah muda atau tua yang bisa memimpin, tapi yang lebih mencerminkan tentang kepemimpinan itu ada di Kyai Ma'ruf Amin karena beliau menguasai dan berkompeten dibidang nya penuh integritas, dedikasi tinggi dengan pengalaman yang segudang di birokrasi.

Sementara Sandiaga Uno, level nya baru akan memulai dan masih rencana. Disini kita bisa melihat mana pemimpin berintegritas dan mana calon pemimpin yang mengobral janji dan masih angan2.

Dari gestur dan ekspresi saat pemaparan pun masing2 kandidat cawapres, Kyai Ma'ruf Amin ekspresi dan gesturnya begitu nyaman, kalem dan penuh percaya diri.

Sementara gestur Sandiaga Uno terlihat tidak nyaman. Setiap kali dia mau bicara, tangan-nya selalu mengancingkan jas dan selalu bergerak-gerak tak menentu.

Ini menunjukan bahwa ada kegelisahan disana. Dan saya tahu persis bagaimana kualitas dia yang sudah pasti kalah.

Program yang ditawarkan kepada rakyat pun ngawur dan konyol.

Contoh : Ujian nasional akan dihapus.

Kalo UN dihapus, terus gimana cara naik ke level selanjutnya ya?

Setelah menyaksikan debat semalam, saya semakin yakin dengan semuanya untuk tetap memilih 01.

Semoga Allah meridhoi dan menghadirkan pemimpin harapan kita bersama. Amin ya rabb.

Salam Satu Jempol, No 1 Untuk RI 1

Sumber : Status Facebook Aldira Maharani

 

Tuesday, March 19, 2019 - 07:30
Kategori Rubrik: