Dasar Dungu!

Oleh : Ali Winata

Framing negatif terhadap Jokowi mulai dilancarkan kubu sebelah. Seperti biasa lewat acara ILC yang pesertanya 70% dari kubu anti Jokowi. Framingnya adalah Jokowi dianggap #lemah menghadapi tekanan parpol pendukung saat last minute penentuan Cawapres. Jokowi dianggap tak mampu bersikap.

Bahkan pembatalan Mahfud MD sebagai Cawapres di injury time disebut sebagai pertunjukan immoralitas. Rocky Gerung dengan fasih memojokkan Jokowi sebagai pihak yang tidak bermoral dan mempermalukan Mahfud MD didepan publik. Katanya sejarah akan mencatat peristiwa ini. Padahal pak Mahfud sendiri mengaku legowo dan paham bahwa realitas politik memang begitu. Hitungannya bisa detik atau menit, bukan jam atau hari.

Sejarah yang mana bung? Mungkin sejarah justru akan mencatatmu, sebagai komentator dengan gerak bibir super sexy ala penari striptease yang sedang melucuti pakaiannya satu persatu. Kalimatmu indah, bahasamu intelek, gaya bicaramu memikat, tapi logikamu #dungu karena output berpikir dari otak yang juga #dungu.

Ini politik bung. Bukan studi kasus mata kuliah psikologi. Justru Jokowi sedang mempertontonkan seni berpolitik tingkat tinggi, dimana dalam hitungan menit dia harus mengambil sebuah keputusan yang penting dan strategik. Untunglah Tuhan mengaruniakan otak encer, tak sedungu kamu Rocky, sehingga Jokowi mampu lolos dari pilihan yang sulit.

Tidak mengakomodir kepentingan parpol pendukukung (terutama PKB dan PPP) bisa membuat mereka meloncat ke sebelah membentuk poros ketiga bersama Demokrat. Itu sangat berbahaya, membuat peluang menang satu putaran menjadi sulit. Jokowi dengan cerdas menutup peluang itu, dengan menunjuk Ma'ruf Amin yang menjadi representasi NU dan bisa diterima parpol pendukung.

Namanya saja koalisi, gabungan dari beberapa parpol yang satu visi misi. Sudah pasti ada kompromi dan saling memahami, bukan sok mau menang sendiri. Itu kubu sebelah juga mempraktekkan politik kompromi, yaitu menukar kursi cawapres dengan kardus besar dari bang Sandi. Dasar dungu! Yang beginian saja kagak ngerti.

Justru praktek tukar kardus beginian yang mempertontonkan immoralitas yang pantas dicatat dengan tinta buram. Betapa kotornya politik uang yang dilakukan oleh kubu sebelah.

Rocky, jika otakmu cuma kapasitas 125 cc, saranku jangan ikut race di balap motor 500 cc. Kasihan jika kedunguanmu dilihat publik.

 

sumber : facebook Ali Winata

Wednesday, August 15, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: