Darurat Empati

Oleh: Muhammad Jawy

 
Keriuhan media sosial pasca jatuhnya Lion JT610 memang sangat berwarna. Sebagian besar menggunakan media sosial untuk menyampaikan simpati dan rasa duka mendalam kepada para keluarga korban. Juga mendoakan yang terbaikbagi korban dan keluarga korban.

Namun ada juga yang tak berhenti dari kebiasaan menyebarkan berita hoaks, yang membuat gaduh. Parahnya lagi ada yang menyangkutpaut

kannya dengan urusan Politik dan Pilpres. Saya tidak ngerti kenapa para bajingan ini sekali saja tidak bisa berhenti mengkaitkan sebuah peristiwa dengan masalah politik. Memang tuhannya sudah berganti menjadi Pilpres?

 

 
Salah seorang penumpang di pesawat nahas itu adalah adik kelas saya, seorang sahabat baik, sesama aktivis di sebuah perkumpulan pecinta teknologi tepat guna, yang sekarang bertugas di Kementrian ESDM. Ibu dari dua anak yang meninggalkan keluarganya untuk berdinas. Seorang perempuan yang sangat lurus, saya hanya bisa mendoakan semoga syahid yang menjemputnya.

Di waktu yang sama, istri saya juga tengah di pesawat lain dalam perjalanan ke Belgia. Tentu saja berita jatuhnya pesawat JT610 membuat hati menjadi was-was. 

Dan perilaku tidak terpuji sebagian netizen semakin membuat saya kesal. Mereka posting seenak jidatnya sendiri, sama sekali tidak memikirkan perasaan orang lain. Keluarga korban, sekadar menerima foto kecelakaan, meskipun hanya sekadar dompet, atau tas yang belum tentu punya korban, itu saja sudah menjadi teror batin bagi mereka.

Tadi saya diminta membuat statement oleh salah satu media online. Saya sampaikan:

1) Masyarakat sebaiknya hanya mengambil informasi dari sumber terpercaya, seperti instansi berwenang, dan juga dari Media arus utama. Karena jika yang disebarkan itu hoax, bisa jadi justru membuat panik masyarakat, menambah duka korban kecelakaan, dan dalam beberapa hal justru mengalihkan perhatian publik dari upaya yang seharusnya dilakukan.

2) Posting foto terkait kecelakaan sebaiknya dihindari, karena jelas sekali akan berpengaruh kepada keluarga korban. Apalagi jika ada foto terkait jenazah, ini sangat tidak pantas dilakukan.

3) Sebaiknya masyarakat fokus untuk menggalang doa dan ucapan simpati kepada keluarga korban. Dan tidak mencoba untuk menulis teori-teori terkait kecelakaan itu, dan cukup menunggu nanti informasi resmi dari KNKT.

Mari kita berempati. Kalau belum mampu, jangan posting atau komentar apa-apa di gadgetmu.

 
(Sumber: Facebook Muhammad Jawy)
Monday, October 29, 2018 - 16:00
Kategori Rubrik: