Dari Perbudakan Menuju Pembebasan

ilustrasi

Oleh : Eddy Pranajaya

Agama sudah mati.
Agama telah benar-benar hidup terlalu lama,
seharusnya sudah lama mati dari dulu.
Agama tidak berguna bagi kemanusiaan,
telah merugikan banyak orang.
Agama telah membagi kemanusiaan.
Agama telah memberikan kelompok orang yang berbeda sebuah gagasan bahwa "Engkau adalah orang-orang nyata dari Tuhan,"
bahwa "Engkau istimewa; Manusia lain adalah kelas dua.".
Agama telah memenuhi ego Yahudi, Kristen,
Hindu, Islam - dari semua orang.
Agama telah menciptakan begitu banyak perang.
Telah membunuh jutaan orang,
membakar ribuan orang hidup-hidup,
dan semuanya atas nama Tuhan.
Demi dirimu sendiri, engkau dibakar hidup-hidup!

Agama adalah salah satu fenomena paling kriminal
yang pernah ada di dunia.
Sudah saatnya kita mendeklarasikannya mati.

Tapi ingat, setiap kematian adalah awal dari sesuatu yang baru;
Setiap kematian bukanlah suatu akhir.
Di satu sisi terlihat seolah ada sesuatu telah berakhir,
namun di sisi lain ada sesuatu yang baru mulai tumbuh.
Kematian agama(religion) menjadi awal untuk religio.

Kata "agama" (religion) berasal dari religio.
Religio memiliki keindahan tersendiri,
yang hilang dalam "agama."(religion)
Religio berarti fenomena eksperimental hakiki.
Kata itu berarti tiba pada titik di mana
engkau satu - satu dengan dirimu sendiri,
Satu dengan semesta.
Agama yang berasal dari akar yang sama
tidak memiliki makna itu.
Sebaliknya, justru membuat engkau terbagi.
Tugasnya adalah membuatmu skizofrenia,
untuk membuatmu dalam keadaan terbelah,
untuk membuatmu melawan tubuhmu sendiri,
untuk membuatmu melawan hasrat seksualmu sendiri,
untuk membuatmu melawan diri sendiri;
Untuk membagimu menjadi beberapa bagian, fragmen,
dan menciptakan konflik batin di dalammu.

Semua orang agamis terus berkelahi
dengan diri mereka sendiri,
karena biologi mereka mengatakan untuk melakukan sesuatu,
dan kitab suci mereka mengatakan untuk melakukan hal yang sebaliknya.
Keinginan mereka sendiri ingin tumbuh dalam suatu cara,
namun para imam agama mengarahkan mereka ke jalan lain.

Setiap agama telah mencoba membuatmu menjadi orang lain.
Tidak ada agama yang memungkinkanmu menjadi diri sendiri.
Mereka semua takut kalau engkau sendiri dengan dirimu sendiri;
maka fungsi mereka hilang.
Fungsi mereka adalah menciptakan konflik di dalam dirimu,
membuatmu menyedihkan, menderita, sengsara.
Maka secara alami engkau harus mencari pertolongan.

Mereka menciptakan penyakit ini,
dan kemudian mereka mulai berdoa agar engkau dimaafkan.
Mereka adalah penjahat, dan mereka memintamu untuk dimaafkan.
Dan siapa yang mereka minta? Tidak seorang pun.

Jadi, adalah benar-benar eksploitasi besar yang
dilakukan oleh imam semua agama.
Mereka telah menghancurkan setiap individu.
Mereka telah menjadikanmu orang Kristen, Yahudi, Hindu, Budha,
tapi mereka tidak membiarkanmu menjadi individu, manusia biasa.
Engkau dilahirkan bukan sebagai orang Kristen,
engkau dilahirkan bukan sebagai seorang Buddhis;
engkau dilahirkan sebagai manusia.
Mereka telah menghancurkan kepolosanmu;
Mereka salah mengarahkan hidupmu.
Mereka telah membentukmu menjadi sesuatu yang
tidak dapat engkau capai; Itu bukan potensimu.

Ini bukan religio.
Religio menerimamu dalam totalitasmu,
membuatmu utuh, sehat.
Dan religio membuka pintu untuk menjadi satu dengan Semesta.
Engkau adalah bagian darinya;
Setiap saat engkau adalah bagian darinya.
Engkau bernapas semesta yang masuk dan keluar setiap saat -
engkau memakannya, engkau hidup didalamnya.
Tidak ada manusia adalah sebuah pulau,
kita semua adalah bagian dari benua yang tak terbatas;
Itulah yang aku sebut Semesta.

Religio akan menenangkanmu.
Religio akan memberimu, untuk pertama kalinya,
martabat menjadi manusia,
dan luasnya menjadi bagian dari keseluruhan semesta.

Agama mati, religio lahir.

Agama itu seperti cinta: alami, sederhana.
Tidak ada hukum yang terlibat di dalamnya;
Tidak ada masyarakat,
tidak ada budaya yang mendominasinya.

Cinta adalah hukum untuk dirinya sendiri,
dan cinta memberimu sesuatu yang sangat berharga.
Engkau mulai merasa dibutuhkan.
Engkau bukanlah apa yang nampak di permukaan,
engkau bukanlah suatu kebetulan;
engkau dibutuhkan, untuk memenuhi kebutuhan essensial.
Cinta memberimu sekilas pandangan pertama bahwa
semesta menginginkanmu seperti dirimu sendiri.
Tidak perlu menjadi Yesus Kristus atau Buddha Gautam.
Alam tidak menyukai duplikat. Semesta menyukai yang asli.
Engkau, dengan originalitasmu, diterima olehnya.

Tapi orang Kristen adalah duplikat;
Dia mencoba untuk menjadi Yesus Kristus,
dan dalam dua ribu tahun tidak ada satu orang Kristen yang berhasil.
Dalam dua puluh lima abad,
tidak satupun Buddhis telah berhasil menjadi Buddha Gautam.
Apakah itu tidak cukup bukti?
Engkau bisa melangkah lebih jauh ke belakang.
Dalam lima ribu tahun,
tidak ada Hindu yang berhasil menjadi seorang Krishna.
Itu tidak mungkin. Alam tidak pernah mengulang.

Mereka mengatakan bahwa sejarah berulang dengan sendirinya -
karena sejarah bukanlah alam.
Sejarah itu untuk para duplikat, orang terbelakang;
Tentu saja itu berulang kembali.
Mereka tidak tahu harus berbuat apa lagi,
jadi mereka terus melakukan hal yang sama lagi.

Alam sangat berdaya cipta.
Alam tidak menciptakan bahkan dua orang sama, bahkan serupa.
Ada empat miliar orang di bumi saat ini,
tapi engkau tidak dapat menemukan dua orang yang persis sama.
Bahkan si kembar pun tidak persis sama.
Mereka mungkin tampak sama, tapi ibu mereka tahu siapa ini dan siapa itu;

Agama telah mencoba percobaan yang sangat sia-sia,
dan hampir menghancurkan kemanusiaan selama ribuan tahun.

Kematian agama membebaskanmu dari tuntutan untuk menjadi orang lain.
Sekarang engkau bisa menikmati menjadi diri sendiri.

Dan engkau bertanya kepadaku, "Tuhan sudah mati, agama sudah mati,
lalu apa yang tersisa sekarang?"
Sebenarnya, semua itu adalah rintangan, yang dihapus,
dan segala sesuatu yang penting tersedia sekarang.
Sekarang engkau bisa menjadi diri sendiri tanpa rasa bersalah.
Sekarang engkau bisa menjadi manusia biasa
tanpa memiliki agama yang terorganisasi.
Kebenaran saat menjadi terorganisir, menjadi tidak benar.

Para imam agama tidak memiliki fungsi jika tidak ada Tuhan.
Kemudian tidak ada doa,
kemudian tidak ada kitab suci,
kemudian tidak ada ritual.
Para Imam agama tidak punya apa-apa lagi.
Dia menginginkan agama yang terorganisasi.
Dia mengubah religio menjadi kebalikannya
dan menyebutnya agama.(Religion)

Religio adalah sebuah kebebasan.
Agama adalah perbudakan.
Menghilangkan Tuhan, menghilangkan agama,
aku telah memulihkan kebebasanmu.
Sekarang engkau bisa menjadi diri sendiri tanpa rasa takut.
Engkau bisa tumbuh tanpa menyalin siapa pun.
Engkau hanya bisa tumbuh menjadi
potensimu sendiri yang tidak diketahui.

Engkau bertanya, "Apa yang tersisa?"
Semuanya tersedia;
Hanya halangan yang telah dihilangkan, rintangan telah dihapus.
Sekarang engkau bisa bermeditasi.
Engkau tidak bisa berdoa; Doa membutuhkan Tuhan.
Meditasi tidak membutuhkan Tuhan.
Doa telah membagi kemanusiaan,
karena doa Kristen berbeda dengan Doa Hindu.
Doa Islam berbeda dengan doa Kristen.
Tapi meditasi sama.

Disini, di momen ini ... jika engkau semua hening,
itu adalah keheningan yang sama.

Hening tidak bisa memiliki nama, label apa pun.

Dan meditasi adalah yang terinti dari keheningan.

Sekarang engkau bisa hening,
engkau bisa tumbuh lebih dalam
dan lebih dalam di dalam dirimu,
mencari pusat dari mana kehidupanmu muncul.
Begitu engkau menemukan pusat itu,
ada ledakan yang jauh lebih signifikan
daripada ledakan atom manapun, yang jauh lebih bercahaya.
Ledakan atom merusak.
Ledakan yang terjadi di pusatmu memberimu
energi yang luar biasa untuk menjadi kreatif.

Dan itu tidak membuatmu menjadi bagian dari kultus,
kredo, dogma yang terorganisir, tidak.
Hal itu hanya membuatmu menjadi individu yang bermartabat,
sangat bahagia karena engkau telah menemukan harta terbesar di dunia.
Tidak ada lagi yang bisa ditemukan.
Dalam menemukan pusatmu,
engkau telah menemukan pusat semesta.

OSho- From Bondage to Freedom#23

Sumber : Status Facebook Eddy Pranajaya

Monday, May 25, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: