Dari Mimpi Capres Hingga Jin Kafir Dan Ambulans Kafir

ilustrasi

Oleh : Ainur Rofiq Al Amin

1. Saya senang dg munculnya banyak penceramah, walau sang guru pernah berpesan bahwa banyak apalagi over berceramah bisa kurang muthola'ah dan akan menjadi biasa untuk bicara yang "keseleo" bahkan salah.

2. Fenomena UAS yang berceramah dengan selingan humor ala penceramah NU tentu bagus, walau saya secara pribadi sejak awal munculnya tidak tertarik dg UAS. Kenapa, saya benci? Tentu tidak. Iri hati? Ya juga tidak. Apanya yang mau dibenci atau diirihati? Kan gak masalah saya gak tertarik, sebagaimana ada yang tidak tertarik dengan saya, atau tulisan saya ya monggo saja.

3. Maka saat banyak orang NU tertarik ke UAS, saya mencoba mencari sebab, tapi blm ketemu. Saat dia melakukan kunjungan ke kiai dan habib, saya ya biasa aja walau ada pro kontra. Saya menulisnya dihttps://m.facebook.com/story.php?story_fbid=381146262682804&id=100023623007183.

4. Tapi saya mengkritiknya dalam dua tulisan singkat saat pilpres ketika dia bicara mimpi. Baca https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=412665156197581&id=100023623007183 baca juga https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=413232912807472&id=100023623007183

5. Adapun saat bicara jin kafir dan salib saya juga santai aja karena jin bisa ada dimana mana. Kalau hal itu bisa menyinggung kelompok lain ya harusnya ceramah tidak menyinggung, tapi malah menyentuh hati. Karena orang bisa berubah biasanya karena tersentuh, bukan karena tersinggung.

6. Namun saya hanya mencoba merenungi konteks kalimat yang dia sampaikan, "Kalau tak sanggup kafirkan dia saat hidup, kafirkan dia jelang kematian. Kalau gak sanggup jelang kematian, antar dia ke makam pakai ambulance lambang kafir."

7. Susunan kalimat di atas bisa dipahami bahwa jenazah yang dibawa oleh ambulance masih ada bayang bayang jin kafir yg mau berupaya mengkafirkan mayat, masak udah meninggal mau dikafirkan? Lha itu.....

8. Masalahnya adalah banyak orang muslim yang saat wafat di rumah sakit dibawa ke rumahnya dengan ambulance. Bayangkan kalau akhirnya banyak orang gak mau pakai ambulance. Apakah ada yang siap menyediakan mobil? Atau bagaimana bila orang-orang muslim yg sakit tidak mau ke rumah sakit lagi karena ada lambang itu, padahal kadung bayar BPJS. Atau bagaimana juga bila oramg muslim saat di rumah sakit mogok atau demo tidak mau dicabut nyawanya di RS agar gak dibawa ambulance? Apa malaikat gak repot. Lebih repot lagi kalau orang-orang menuntut pemerintah agar membangun rumah sakit di dekat rumahnya? Hehehe jangan serius bacanya ya untuk poin 8 ini!

9. Saya berharap semoga UAS ceramah yang ada humornya tetap dijaga dan malah ditambahi bisa menyejukkan semua orang. 

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq Al Amin

Friday, August 23, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: