Dari Dogma Khilafah Sampai Kombatan Perang Mengerikan

ilustrasi

Oleh : Abdulloh Faizin.

Renungi kebenaran penyataan di bawah.

عميان البصيرة يريدون أن يجربوا ثورات أخرى في باقي البلاد الآمنة، والواقع يكاد أن ينطق بأنها عار ودمار وشنار، رد الله كيدهم في نحورهم.

“Orang-orang yang buta mata hatinya ingin melakukan percobaan gerakan-gerakan revolusi berikutnya di negeri-negeri yang masih aman, sementara faktanya hampir-hampir mengatakan bahwa itu semua adalah aib, kehancuran, dan hal yang memalukan. Semoga Allah mengembalikan makar mereka ke leher-leher mereka sendiri.” (Asy-Syaikh Musthafa Mabram)

Kita saat itu belum berfikir jauh tentang bahaya yang sangat mengerikan yakni Radikalis ekstrimis. Gerakannya saat itu pula yang kita anggap sebagai gerakan agamis seporadis ternyata mempunyai itikad melawan Negara kita dan pemrontak Negara di belahan dunia. Sekarang i mereka ingin kembali dengan tragis dan menjadi derai tangis

Dogma fogma dogma khilafah yang subur bertahun tahun itu dijadikan vaksin yang disuntikkan kepada otak generasi muda di halaqah dan daurah itu sangat kental dan beracun. Vaksinasi itu sampai hari ini kelihatan masih masiv dilakukan dan malpraktek penginjeksinya adalah kebanyakan pendakwa dadakan selebritis mualaf yang sengaja mengisi panggung panggung kosong tanpa canggung. Di rahis kampus dan organisasi kemahasiswaan. Di kantor dan BUMN. Inilah awal tragedi penyimpangan pemahaman para manusia suci menjadi eksodan kombatan perang dan mampus.

Otak dan pemikiran kombatan Indonesia saat itu teracuni bisa bisa yang didoktrikan lalu bereinkarnasi menjadi otot otot kuat robot robot eksodan eksodan gelap yang di eksport ke negara negara perang. Parahnya semua atas nama Agama jihad dan hijrah namun dengan wajah berang. Mereka di sana bukannya membantu dan menolong rakyat yang menjadi korban perang. Akan tetapi malah menjadi agen kolaborasi ISIS yang memperparah keadaan menyulut pertikaian dan berkolaborasi sebagai agen ISIS menjadi pemberontak melawan pemerintah. Dan menabuh genderang perang.

Selain fenomena diatas itu Ustadz2 yg berorasi dalam kegiatan Tabligh Akbar dg tema "Peduli Suriah" "Save Aleppo", "Save Idlib", "Peduli Bumi Syam" dsb yg diselenggarakan di berbagai kota sekitar 2012 - 2016, mereka itulah membangun propaganda yg menyebabkan banyak WNI yang terpapar khilafah berangkat dengan semangat ke Suriah untuk bergabung dg ISIS. Dengan janji janji surga dan bidadari serta kesahidan kematian yang dianggap mulia dari segalanya. Orasi orasi itu juga sebagai frame frame donasi atas nama kemanusiaan namun yang terjadi hasilnya sebagai nutrisi para pemberontak maka para ustadz Ustadz2 itu yang bertanggung jawab atas tragedi sekarang ini.

Kita baru "ngeh" dengan gelegak kejadian hari ini tentang para pemuja dan pengasong khilafah atas nama Islam kaffah. orasi kemana mana hasilnya jelas menimbulkan prahara bukan hanya di Negara kita namun juga bertebaran di semua Negara sampai timur tengah. Semua harus melek diakui atau tidak diingkari atau tidak percaya atau tidak. Realitas ini ada didepan mata membuat kita jenggah. Janganlah menjadi gelandangan di Negara lain karena meyakini khilafah. Yang walaupun akhirnyapun pontang panting kalah.

Jangan menjadi duri di Negara kita sendiri. Kuatkan Hubul Wathon minal iman agar menjadi manusia yang selamat dan aman. Sekali lagi pantau semua kegiatan keagamaan putra putri kita apakah sudah ada yang terjebak di perkumpulan perkumpulan yang mengajak bughot dan melawan Negara atau mengganggap Negara ini kafir atau menghalalkan darah sesama. Jika ya walaupun dengan pakaian apapun dan kegiatan berpoles agama apapun serta berjargon syar,Ipin dengan tegaknya khilafah. Maka mulai detik keluarkan mereka dari jebakan dan komplotan sebelum keluar negeri menjadi combatan ISIS atau kalau tidak menerkam kita sendiri di Negara ini.

Keterangan : Khilafah dalam hal membunuh sama dengan Wahabi.

Sumber : Status Facebook Abdulloh Faizin

Wednesday, February 12, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: