Dari Cirebon Gemparkan Jerman

Oleh: Wahyu Sutono

 

Gadis asal Cirebon ini tak bisa menahan tangis bahagia, ketika jebolan ajang pencarian bakat Mamamia itu baru saja menerima telepon dari The Voice of Germany. Ia sangat tak mengira dari niat semula yang hanya sekedar mengisi waktu di sela persiapan kuliahnya di Jerman membawanya ke petualangan di industri hiburan negeri bavaria itu.

Sejak di Indonesia, lulusan SMAK BPK Penabur Cirebon itu memang sudah sering menyaksikan The Voice of Germany melalui YouTube, terlebih semasa mengikuti les bahasa Jerman di Goethe Institut Bandung. Keikutsertaannya di The Voice of Germany diawali dari kegagalannya mengikuti tes masuk perguruan tinggi di musim panas semester lalu, karena ia baru bisa mencoba ujian ulang di semester musim dingin. 

 

Untuk siswa dari Indonesia yang hendak kuliah di Jerman, memang tidak bisa langsung masuk universitas, meski pun telah mengikuti Studienkolleg (sekolah penyetaraan). Ini dikarenakan ujian nasional (UN) di Indonesia dianggap belum setara dengan ujian di Jerman yang dinamakan Abitur.

Iya, dia adalah Claudia Santoso yang tengah berjuang untuk kelanjutan akademiknya, selain tengah bersaing untuk ajang The Voice of Germany. Di pencarian bakat menyanyi ini, Claudia sudah melewati serangkaian tes. Blind audition terdiri dari banyak tahapan audisi.

Seperti halnya ajang serupa di Indonesia yang diawali dengan serangkaian tur di kota-kota. Claudia pun harus ikut audisi di Kota Munchen melalui persaingan dengan sekitar 2000 peserta lainnya. Dalam tahap ini, dibagi dalam grup berisi 100 orang yang waktu audisinya hanya satu jam. Teknisnya, dibagi dalam empat kelompok.

Dari 25 orang, hanya lolos 5 untuk menyanyi di audio booth. Di situ, peserta menyanyi lagu pilihan diiringi play back instrument. Kemudian dipilih 2 orang untuk interview. Di sesi itu, peserta ditanya keseharian, kehidupan pribadi dan banyak hal lainnya.

Sebulan kemudian, kabar yang ditunggu pun datang. Claudia mendapat telepon dan diberi tahu lolos ke final di Berlin. Di tahap ini, perwakilan semua kota diuji lagi, dan Claudia harus menyanyikan 3 lagu. Claudia memilih Never Enough, The Power of Love, dan Scare to be Lonely. Tiga lagu itu dinyanyikan di hadapan 5 juri perwakilan dari Universal, Talpa dan vocal coach The Voice. “Mereka shock karena badan aku kecil. Tapi suaranya besar,” tutur Claudia.

Satu bulan berselang, terjadilah momen haru itu. “Halo Claudia, kamu maju ke blind audition. Aku nangis sih sama temen-temen aku,” kata Claudia, menceritakan suasana saat mendapat kabar dari Tim The Voice. Claudia tak menyangka bisa lolos sejauh ini. Mengingat ia mengikuti ajang The Voice di Jerman, banyak penyanyi yang suaranya bagus dan bertalenta.

Untuk diketahui The Voice of Germany adalah ajang pencarian bakat untuk para penyanyi di Jerman. Mereka yang lolos blind audition akan mendapat pembinaan langsung dari para coaches yang merupakan musisi andal. Pada sesi The Voice of Germany 2019, coaches yang diundang adalah Alice Merton dan Sido. Selain itu ada Rea Garvey dan Mark Foster.
Blind audition sendiri mulai ditayangkan di jaringan televisi ProSieben pada 12 September dan 15 September di SAT1.

"Ayo Claudia buatlah bangga Eyang Habibie dan bangsa Indonesia"

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)

Sunday, September 15, 2019 - 20:15
Kategori Rubrik: