Dana Kunker DPRD DKI Naik Gara-Gara Djarot?

Betul ada pergub baru, tapi itu tentang apa? Kenaikan tunjangan yg dibicarakan di sana adalah 7 jenis tunjangan rutin bulanan. Antara lain tunjangan transportasi dan rapat. Besarnya memang menggiurkan, tapi perlu diingat, tunjangan bulanan seperti ini tidak berhubungan dengan perjalanan dinas. Tentu pos dananya juga berbeda, bukan dari dana kunker.

Jadi bisa melonjak sedrastis itu bagaimana ceritanya?

Ada 3 faktor utama:
1. Kunker luar negeri muncul kembali
2. Penambahan frekuensi perjalanan
3. Penambahan peserta

Alhasil, kenaikan yg seharusnya “cuma” sekitar 8.1 M saja menjadi berkali2 lipat menjadi 99 M karena frekuensi dan pesertanya juga diubah. Ini juga menyebabkan biaya akomodasi utama seperti hotel dan tiket menjadi bengkak fantastis.

Jadi kalau ada yg bilang bahwa dana kunker sudah sebesar itu sejak awal, jelas dia tidak paham apa yg dia bicarakan. Pun jika ada yg bilang kalau kenaikannya karena revisi SK, jelas salah. Karena yg Djarot revisi hanya besar uang harian, bukan jumlah frekuensi dan pesertanya.

Apalagi rencana kunker sebetulnya sudah harus direncanakan jauh2 hari, bukan seperti liburan yg bisa muncul dadakan. Dan jangan mentang2 aturan membolehkan sekian kali pergi dengan sekian peserta maka alokasi “dimentokkin” semaksimal mungkin. Karena semua wajib memperhatikan azas efisiensi dan manfaat. Kalau dalam 5 tahun ini bisa, kenapa tiba2 berubah?

Lagian kalo dimentokkin katanya malah sakit… #Eh #ApaanSih

Sumber : Status Facebook Aldie El Kaezzar

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *