Dan ITB Pun Tampak Dungu Oleh TGUPP Abbas

ilustrasi

Oleh : Lalu Agus Firad Wirawan

Beberapa hari yang lalu saya menonton debat antara Tim Advokasi Korban Banjir DKI, Azas Tigor Nainggolan dengan anggota TGUPP DKI, Muslim Muin, seorang yang dikatakan oleh media sebagai Ahli Hidrodinamika ITB yang setahu saya adalah Ketua Kelompok Keahlian Teknik Kelautan di kampus yang pada tahun 2000-an itu sering saya singgahi untuk kajian ilmiah elektronika.

Saya tidak akan berpanjang lebar membahas semua materi debat konyol itu.
Konyol? Ya konyol dan dungu!
Saya hanya ingin membahas satu saja kalimat 'ngeles' dari si dungu Muslim Muin yang menyatakan;
"Dan ini adalah hujan 200 tahunan, tidak ada satupun negara yang sistem drainasenya di desain untuk 200 tahun, tidak ada."

Untung saya tak berada di acara itu, dan untung juga acara itu bukan interactive!
Kalau saja ya, pastilah saya akan menginterupsi;
"Eh sundel bodo! Dalam 12 tahun ini saya sudah 4x dilibatkan dalam pembangunan beragam jenis bangunan air untuk kepentingan pembangkit listrik minihydro (PLTMH), dalam setiap perencanaan PLTM itu, aspek air adalah yang paling banyak dibahas, meski namanya pembangkit listrik. Tapi karena mengandalkan kekuatan air, maka segala tetek bengek tentang sifat, mitologi, sejarah, termasuk didalamnya apa yang disebut DEBIT DESAIN BANJIR TAHUNAN, SERATUS TAHUN, SERIBU TAHUN pun dihitung dengan sangat cermat!"

"Kau ilmuan apa Muin??? Ilmu melacur kah? Atau kau lagi melacurkan ilmumu pada para pelacur agama yang mulai terdesak fakta tak bisa kerja itu?"

"Eh nyet! Buka tuh ribuan buku, skripsi, tesis atau desertasi tentang sumberdaya air yang ada di perpustakaan ITB! Baca sampai biji matamu loncat! Kau akan ketemu ribuan hasil pengamatan dan analisis debit banjir yang kau maksud tidak ada itu!"

"Eh ndel! Itu bendung, bendungan, waduk, dam dan segala macam yang dibangun belanda dari abad ke 18 itu apa kau pernah telusuri desain banjir rancangan nya? Kau mungkin cuma lihat jembatan di DKI yang belum setahun saja dibangun sudah ambruk ya? Kau belum lihat itu bangunan-bangunan air macam dam-dam irigasi di Jawa, Bali, Lombok, Sumatera dan Sulawesi yang dibangun Belanda pada abad 18 dan masih utuh walau sudah umur 200an tahun serta berkali-kali dihantam banjir bandang?"

"Mikir lah kau, ndel! Kau jangan samakan bangunan hasil rejim Orba yang semennya dicampur korupsi dengan bangunan-bangunan jaman nenek moyang kita seperti Borobudur! Nenek moyang kita bukan kek turunan kadrun macam boss kau Anies Baswedan yang ndak tau teknis tapi ngandalin bacot!"

"Atau jangan-jangan kau sudah dimaki-maki pula sama pakar sumber daya air ITB ya ndel Muin? Dasar kau otak kadrun yang ndak layak pakai nama ITB! Bikin malu almamater aja kau ndeeeelllll ndeeellll!!!

Sumber : Status Facebook Lalu Agus Firad Wirawan

Sunday, January 12, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: