Dan FPI Pun Bubar

ilustrasi
Oleh : Seruanhulu
Front Pembela Islam (FPI) didirikan oleh Rizieq Shihab pada 17 Agustus 1998 dan resmi dibubarkan 21 Juni 2019 melalui Perppu No. 2/2017 (de jure). Pada 30 Desember 2020 Pemerintah RI kembali menetapkan FPI sebagai organisasi terlarang (de facto).
22 tahun FPI melakukan segala aktivitasnya di bumi NKRI tanpa ada gangguan dan jauh dari hambatan.
Selama 22 tahun FPI mengolok-olok bangsa ini, mulai dari tindakan intimidasi, intoleransi dan kekerasan lain yang mereka lakukan. Namun, tetap saja tidak ada yang berani menghalangi.
Bukan karena tidak ada yang berani, tetapi karena memang tidak ada yang punya nyali untuk berhadapan langsung dengan FPI.
Bagaimana tidak, FPI dalam menjalankan kegiatannya selalu saja berlindung di balik agama. Tak peduli yang dilakukan itu sesuai ajaran agama ataupun tidak.
Sehingga pada prinsipnya, siapapun yang berani menghalangi gerakan FPI termasuk pemerintah, maka akan dianggap sebagai penghalang ajaran agama.
Itulah alasan kenapa selama 22 tahun FPI mendapat kebebasan meskipun kegiatan yang mereka lakukan tak jarang berpotensi melanggar hukum.
Kini, dengan bermodalkan ketulusan dalam menjalankan amanah rakyat, lahir lah seorang pemimpin yakni Jokowi.
Jokowi pemimpin yang berani dan cukup bernyali, bukan hanya bermodalkan teori yang puitis tetapi juga strategi yang mumpuni untuk menghadapi FPI.
5 tahun pemerintahan Jokowi pada periode pertama, dia difitnah dan dihina oleh tokoh-tokoh FPI, namun Jokowi memilih diam.
Kala itu tak sedikit yang menganggap bahwa Jokowi sama seperti pemimpin-pemimpin sebelumnya yang tak punya nyali menghadapi FPI.
Tapi anggapan itu salah.
Jokowi diam bukan karena tak berani dan bukan pula karena tak bernyali, hanya saja Jokowi sedang menyiapkan strategi yang mumpuni sembari mencari momentum yang tepat untuk mematikan langkah FPI.
Terbukti, belum genap dua tahun pemerintahan Jokowi pada periode kedua, FPI resmi dibubarkan dan dilarang dari bumi NKRI. Itulah strategi jitu Jokowi, sekali melangkah semua tak berkutik, FPI diam bagai kena sihir dan Rizieq pun ikut pening.
Terlepas dari semua itu, FPI dibubarkan dan dilarang bukan tanpa alasan.
Tindakan radikalisme, anarkisme, terorisme, intimidasi yang sering dilakukan FPI, itu sudah sangat cukup untuk menjadi alasan pemerintah membubarkan dan melarang segala bentuk kegiatan dan aktivitas FPI.
Mungkin pembubaran dan larangan ini tidak membawa pengaruh besar bagi pergerakan FPI, sebab bisa saja orang-orang yang sama akan membuat organisasi baru, namun jika tujuannya adalah untuk melanjutkan gerakan FPI maka tetap saja akan dilarang oleh pemerintah.
Ini bukan tentang Jokowi dan bukan pula tentang FPI, tetapi ini tentang NKRI. Sudah cukup 22 tahun FPI mengotak-atik negeri ini. Sekarang sudah saatnya FPI dikandangin dan dibasmi oleh Jokowi.
Terima kasih Pak Jokowi, anda pemimpin yang cukup bernyali.
Sumber : Status Facebook Seruanhulu
Friday, January 1, 2021 - 10:15
Kategori Rubrik: