Dakwah dan Aktivis Dakwah

Oleh: Zen Zurkarnaen
 

Sependek pengetahuan saya itu hanya Kristen dan Islam yang punyak konsep ato ajaran tentang dakwah -atau istilah sejenis- Yahudi apalagi agama Timur tidak mengenal konsep dakwah

Dakwah adalah kegiatan yang bersifat mengajak, menyeru atau memanggil orang untuk ikut beriman taat kepada ajaran yang diyakini paling benar dan membawa keselamatan dunia akherat. Ujungnya ya masuk ke agama atau akidah sang pendakwah. Mirip kerja para sales yg jualan dagangannya gitu

 

Prinsip kegiatan dakwah itu diakui atau tidak karena adanya sifat atau perasaan supremacy, yaitu perasaan paling unggul, paling benar dibanding hal-hal diluar dirinya. Dengan keyakinan ajarannya paling benar sendiri maka perlu berdakwah buat menyelamatkan orang-orang yang belum masuk menjadi bagiannya, supremacy inilah yg membuat orang berdakwah mengajak pada "keselamatan". Padahal konsep keselamatannya itu sendiri sesungguhnya abstrak, hanya bisa dipahami bagi yang mengimaninya, bagi yg tidak ya hanya kek kisah mitologi biasa saja yg ada di banyak kebudayaan dengan berbagai variasi kisah narasinya sendiri-sendiri

Nah, konsep dakwah berdasarkan rasa supremacy seperti itu apa ya misih cocok untuk era sekarang?

Era di mana informasi begitu mudah diakses. Di mana kita bisa saling mengenal dan belajar kearifan serta kebijaksanaan dari berbagai ajaran di belahan bumi ini. Mosok tidak aneh jika misih merasa paling benar sendiri?.

Justru sejarah mencatat kegiatan dakwah itu setelah lintas teritorial, bangsa dan budaya seringkali menimbulkan persoalan serius, ya perang..ya penjajaham baik fisik maupun budaya hingga konflik-konflik antar komunitas yg muncul dari perasaan saling curiga karena kegiatan dakwah ini. Pasti pada sering dengar orang curiga kristenisasi dengan indomi atau sebaliknya, mengeluelukan mualaf bahkan bisa jadi juru dakwah kek model Felix Siauw atau Irena Handono

Menurutku, dakwah saat ini yang paling tepat bukan lagi berdasarkan supremacy ajaran kemudian berlomba mencari anggota kek angkot berebut penumpang gitu. Tetapi berdialog saling mengenal antar keyakinan secara sejajar tanpa ada yg merasa paling unggul sehingga bisa saling memahami dan mengambil pelajaran yg baik dari semua keyakinan yg ada.

Dan tempat yang pas untuk itu ya di kampus-kampus yg membedah memperkenalkan ajaran-ajaran agama dengan pendekatan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Di sanalah para aktivis dakwah saling mengenal dan belajar satu sama lain. Bukan berebut penumpang di jalanan hingga desa pegunungan. Buat saya sudah tak penting berpindah agama itu, jalani saja agamamu sebaik-baik dari ajarannya untuk kemaslahatan hidup bersama. Sebab hakekat agama itu ya buat kehidupan manusia yg lebih baik.

Maka yang disebut aktivis dakwah pada era saat ini ya para sarjana agama yang belajar secara ilmiah agama dari berbagai pendekatan tak hanya berdasarkan pendekatan doktrinal saja. Di luar itu ya hanyalah aktivis politik saja, aktivis politik agama yg sedang mencari kader buat gerakan politiknya

Sekian

 

(Sumber: Facebook Zen Zulkarnaen)

Thursday, April 6, 2017 - 15:00
Kategori Rubrik: