Dakwah-Dakwah Islam

Ilustrasi

Oleh : Khoiron Mustafid

Saudara-saudara, baik yang ustadz maupun yang us-us (urang sadayana2), baik yang khatib maupun khaththath, saya ingin memberi informasi mengenai dakwah Islam itu bagaimana. Mudah-mudahan yang mengerti menjadi ingat lagi. Sedangkan yang belum mengerti menjadi mengerti.

Inilah sifat-sifat dakwah Islam wajib kita mengerti.

1. Rabbaniyah al-Mashdar, seperti yang dikatakan oleh Ibnu Athaillah Assakandari: Siapa yang menemukan Allah, tak ada yang hilang darinya. Inilah yang disebut dakwah personal, yaitu dakwah untuk diri sendiri dalam mendekatkan diri kepada Allah. Artinya, pertama-tama Anda harus mendakwahi diri sendiri selalu agar menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.

2. Alamiyyah al-Intisyar, yaitu dakwah yang disebarkan kepada seluruh manusia, tak terkhusus hanya kepada muslim saja, tapi untuk seluruh umat manusia (rahmatan lil alamin).

3. Syamuliyah al-Manhaj, yaitu ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat: yang bodoh, yang pintar, yang kaya yang miskin, kepada muslim dan kepada non muslim. Jangan pilih-pilih kalangan kalau berdakwah, misal untuk orang yang bayar mahal saja, atau untuk event-event tertentu saja. Itu sih bukan da'i tapi daki alias dakwah kalau ada interest.

4. Mura’ah Waqi’ al-Mad’uwwin, yaitu seorang da’i harus menjadi tokoh yang aktual dan kongkrit. Dakwahnya tidak bertentangan dengan kondisi faktualnya, bahwa jika bangsa dan negaranya membutuhkan dukungannya dari segi dakwah, maka dakwahnya harus mengarah ke sana, bukan malah menjadi beban bagi bangsa dan negaranya. Tidak ada ajaran Islam yang menganjurkan ummatnya untuk membuat situasi negaranya tak kondusif apalagi tak aman.

5. Ijabiyyah al-Nadhrah al-Kawn, al-Hayah, wa al-Insan, yaitu seorang da’i harus mengetahui segala hal yang berkenaan dengan alam, kehidupan, dan manusia. Mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan alam dan segala hal yang melingkupinya agar manusia yang menerima dakwahnya bertambah beriman kepada Allah dengan ilmu itu. Demikian juga yang berkaitan dengan kehidupan, bahwa Islam tidak hanya berbicara tentang ibadah mahdhah saja, karena bahkan Rasulullah SAW memerintahkan kita agar meneruskan pekerjaan dunia kita walaupun saat itu Kiamat telah datang (إن قامتِ السَّاعةُ وفي يدِ أحدِكم فسيلةٌ فليغرِسْها), dan bahwa Allah memuliakan manusia (Bani Adam) seluruhnya, tak pilih kasih.

6. Akhlaqiyyah al-Wasail wa al-Ahdaf, bahwa akhlak baik dalam Islam itu tidak khusus untuk orang-orang Islam saja, tetapi untuk seluruh manusia (اتق الله حيثما كنت، واتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن)—bertaqwalah kepada Allah di mana pun kalian berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan yang akan menghapus keburukan itu, dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik).

Ya, mungkin inilah inti dari Firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surat
An-Nahl, ayat 125

{ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (125) }

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu. Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesal dari jalan-Nya. dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Semoga bermanfaat buat kita semua.
Al Fatihah.

Sumber : Status Facebook Khairan Mustafid

Tuesday, April 10, 2018 - 20:00
Kategori Rubrik: