Dai Bahlul

Ilustrasi

Oleh : Saiful Huda Ems

Ketika ide ide cemerlang yang dipelajari dari agama yang dianutnya tak dapat ditunjukkannya, maka memamerkan ketiga istrinya ke publik yang dianggapnya sebagai bentuk sunnah nabi, adalah jalan pintas untuk menunjukkan kapasitas, intelektualitas dan kualitas dirinya sebagai mubaligh ternama. Padahal bagi kita kaum yang masih waras, apa yang dilakukannya tak lebih dari bentuk topeng untuk menutupi kebodohannya. Orang yang semacam ini bagi saya tak lebih sebagai da'i bahlul yang bermodalkan sensasionalitas belaka, yang memahami ajaran agamanya hanya setengah-setengah, tapi kerap berlagak sudah mengusai semuanya.

Tiap berdoa bersama jama'ahnya sejatinya ia tak pernah menangis, namun ia seolah-olah menangis dan doanya dipanjang-panjangkan. Tiap berdakwah di depan jama'ahnya selalu mengagung-aggungkan Sang Nabi, tetapi sesungguhnya ia hanya berusaha mengaung-agungkan dirinya sendiri. Ia selalu menyerukan perdamaian, tetapi apa yang dilakukannya kerap menebar pertikaian. Ia selalu menekankan perlunya menghargai perbedaan, tetapi apa yang dilakukannya kerap memaksakan orang untuk mengikuti kemauannya. Ia berlagak memuliakan kaum perempuan, tapi yang dilakukannya justru telah merendahkan harkat dan martabat kaum perempuan.

Jika ingin berpoligami ya silahkan saja kalau itu memang menurutmu baik. Namun jangan kampanyekan bahwa poligami itu sunnah nabi, apalagi kau juga bukan nabi tapi mubaligh sontoloyo yang gemar demo untuk dapat setoran dari sana sini. Kalau mau berdoa panjang-panjang ya lakukanlah, tapi cukup sendirian saja karena di antara para jemaah tak semuanya mempunyai keluasan waktunya. Kalau mau berdakwah tentang perdamaian ya kerjakanlah, namun jangan ditambah-tambahi hasutan sana-sini yang justru akan menyulut orang untuk melakukan pertikaian. Akhlak itu ada dalam hatimu, ucapanmu dan perangaimu, bukan ada pada aksi poligamimu yang mencemarkan nama baik nabi dan agamamu.

Muhammad Rasulullah saw. bersabda dan berbuat sesuatu atas dasar wahyu illahiah. Lha kalau engkau mengatakan dan berbuat sesuatu atas dasar apa dan siapa? Maka janganlah suka melakukan pembenaran atas suatu kesalahan, terlebih itu adalah persoalan selangkangan yang kau kaburkan sebagai sunnah nabi dan bagian dari ajaran Tuhan. Poligami bukanlah lawan kata dari zinah, tetapi poligami adalah lawan kata dari cinta...(SHE).

Jawa Timur, 7 Oktober 2017.

Sumber : Status Facebook Saiful Huda Ems

Friday, October 13, 2017 - 11:30
Kategori Rubrik: