Daftar Orang Gagal

Oleh: Satria Dharma
 

Albert Eisntein tidak bisa berbicara sampai usia 4 tahun dan tidak bisa membaca sampai usia 7 tahun. Guru dan orang tuanya berpikir Einstein adalah anak cacat mental dan anti sosial. Ia akhirnya dikeluarkan dari sekolah dan ditolak saat pendaftaran di Politeknik Zurich.

Elvis Presley pernah mendapat nilai ‘F’ untuk musik dan dinasihati untuk ‘berkarir’ sebagai sopir truk saja. Michael Jordan dikeluarkan dari tim basket sekolahnya. Ia akhirnya menjadi legenda di NBA. Ia adalah orang Amerika keturunan Afrika ketiga terkaya setelah Oprah Winfrey dan Robert F. Smith.

 

 

Buku pertama dari penulis Stephen King yang berjudul Carrie menerima 30 penolakan hingga akhirnya King menyerah dan membuang naskah itu ke tong sampah. Sang istri mengambilnya kembali dan membujuk sang suami untuk kembali mencoba. Sekarang ia salah satu penulis terbaik sepanjang masa.

Soichiro Honda pernah ditolak oleh Toyota Motor Corporation untuk sebuah wawancara lamaran kerja posisi ahli mesin. Sekarang setiap sepeda motor disebut ‘Honda’ di banyak daerah.
“Gone With the Wind” ditolak 38 kali sebelum diterbitkan. Karya Margaret Mitchell ini memenangkan Penghargaan Pulitzer pada 1937 dan merupakan salah satu novel terpopuler sepanjang masa. Filmnya berhasil memecahkan rekor jumlah Oscar yang diterima.

Walt Disney dipecat oleh editor surat kabar karena dianggap tidak memiliki imajinasi dan ide yang bagus J.K. Rowling hidup dengan tunjangan sosial pemerintah sebelum karyanya Harry Potter menjadikannya miliarder. Resep ayam KFC sudah ditolak 1.009 kali oleh berbagai restoran sebelum akhirnya diterima untuk pertama kalinya. Beethoven dituding bodoh dalam menyusun musik oleh guru musiknya. Anda pernah mendengar karya musiknya yang indah tersebut?

Winston Churchil dua kali gagal ujiian masuk Royal Military Academy dan lulusan terakhir di angkatannya. Di dunia politik ia selalu kalah dalam pemilu untuk pejabat publik sampai akhirnya menjadi Perdana Menteri di usia 62 tahun. Oprah Winfrey pernah dipecat sebagai reporter televisi karena dianggap tidak cocok untuk televisi.Acara Oprah Winfrey Shownya begitu populer sehingga menjadikannya kaya raya. Dengan kekayaan sekitar 1,3 miliar dolar AS, ia masuk dalam daftar miliarder di dunia.

Julia Roberts gagal mendapat peran dalam opera sabun “All My Children”. Ia mendapatkan Oscar pada tahun 2014 setelah berperan sebagai Erin Brokovich yang sangat mengesankan itu. Sidney Poitier dihina oleh direktur audisinya agar berhenti dan jadi pencuci piring saja. Ia memenangkan Oscar dan menjadi salah satu aktor yang terbaik di industri perfilman. Vincent Van Gogh selama masa hidupnya hanya menjual satu lukisan. Itu juga kepada temannya dengan harga cukup murah. Sekarang karya seninya bernilai ratusan juta.

Stephen Spielberg dulu ia ditolak masuk Universitas di Southern California School of Theater, Film and Television sebanyak 3 kali. Semua film Stephen Spielberg adalah film box office.
Thomas Alva Edison melakukan 9.000 kali kegagalan sebelum berhasil membuat bola lampu pertamanya. Benjamin Franklin drop out saat sekolah dasar karena orangtuanya tidak mampu menyekolahkan Benjamin lantaran tak ada biaya. Namun Benjamin tidak berhenti belajar. Dia membaca buku setiap hari seperti orang kehausan dan mengambil setiap kesempatan sebanyak mungkin untuk belajar.

Mereka semua adalah tokoh dunia yang sangat populer. Sekarang saya akan perkenalkan seorang tokoh lokal yang mungkin tidak akan pernah populer tapi punya beberapa kisah kegagalan yang mungkin 11-19 dengan kisah mereka.

Namanya Satria Dharma (bukan sebuah kebetulan bahwa namanya sama dengan nama saya). 
Satria Dharma tidak pernah sukses di sekolah (eh, pernah ranking pertama ding waktu di kelas Sosial SMA) dan nilai raportnya parah. Tapi akhirnya ia bisa mendirikan beberapa sekolah di beberapa kota berkat keberuntungan nasibnya.

Satria Dharma sering mendapat penghinaan dari teman yang tidak menyukainya. Ia sangat marah dalam hati. Tapi untungnya ia tidak cukup berani untuk mengajak mereka berkelahi. Sekarang ia sangat menyayangi teman-temannya.  Satria Dharma pernah diundang ke acara ulang tahun teman SD-nya. Tapi karena ia tidak punya baju yang layak untuk ia pakai ke acara tersebut maka ia datang dengan memakai baju seragam sekolah. Itu baju terbaiknya waktu itu. Ia disindir karena itu dan sampai sekarang ia trauma mendatangi ulang tahun dengan baju seragam sekolah.  Kini ia punya baju satu lemari penuh. Ia malah kebingungan memilih yang mana yang akan ia pakai kalau mau pergi.

Satria Dharma pernah harus jalan kaki pulang pergi sejauh 16 km untuk bersekolah waktu SMP. Tapi kini ia mengantarkan anaknya ke sekolah pakai mobil warna silver (sudah waktunya ganti tapi istrinya terlalu mencintai mobil tersebut jadi biarlah...)  Satria Dharma pernah berpikir untuk berhenti sekolah saja karena terlalu seringnya ia membolos waktu SMA. Sekolah terlalu membosankan baginya (sebenarnya ia takut ditanya kemana saja selama membolos). Tapi untung ia tidak punya keberanian untuk meneruskan niat buruknya tersebut. Bisa dirotan dia oleh ayahnya kalau sempat mengutarakan niatnya tersebut. Sekarang ia berprinsip bahwa yang penting di sekolah itu anak belajar dengan gembira dan mengembangkan kepercayaan dirinya. Lain-lain bisa menyusul (kalau sempat). 

Satria Dharma tidak pernah mendapat uang saku dari orang tuanya waktu bersekolah. Kadang ia harus jalan kaki ke sekolah karena tidak ada uang transport. Di sekolah ia baru ikut jajan di kantin kalau ditraktir temannya yang kasihan padanya (ia beberapa kali ngembat jajan makan tiga ngaku satu). Tapi ia menjalaninya dengan tabah dan penuh keimanan di dada (wow!). “Semua penderitaan suatu saat pasti akan berakhir.” demikian katanya pada dirinya sendiri sekedar untuk menghibur. “Kalau penderitaah tidak berakhir, berarti engkau mendapat nasib buruk, Bro.” kata hatinya yang lain. Satria memang suka berdiskusi dengan dirinya sendiri sejak kecil dan keterusan sampai sekarang. 

Satria Dharma, meski pun sudah menulis sebanyak lebih dari 10 buku tapi tak satu pun bukunya tersebut yang bestseller. Boro-boro bestseller, tiga bukunya yang diterbitkan oleh penerbit tidak pernah dicetak ulang. Tak ada penjelasan dari penerbitnya. Sebagian besar bukunya dicetaknya sendiri dan dibagi-bagikannya saja pada temannya. Ia cukup sadar diri bahwa kelasnya hanya penulis status Facebook dengan jumlah ‘like’sekadarnya. 

Satria Dharma pernah dikucilkan bertahun-tahun dari tugasnya sebagai seorang guru gara-gara menolak masuk Golkar dulu. Ia bahkan harus keluar dari statusnya sebagai PNS (sebetulnya ini memang keharusan sih karena ia diterima bekerja di sekolah internasional). Tapi belakangan ia berhasil mendirikan organisasi profesi guru Ikatan Guru Indonesia (IGI) bersama beberapa temannya. Not bad for a rebel. 

Satria Dharma, meski pun sangat suka membaca sejak kecil, tidak pernah bisa membeli buku sendiri. Untuk membaca ia harus berjalan kaki ke toko Buku Sari Agung di Tunjungan dulu sepulang sekolah agar bisa membaca dengan gratis (dulu buku tidak dibungkus plastik). Sekarang ia suka belanja buku obral berkoli-koli hanya untuk ia bagi-bagikan agar orang juga menikmati membaca. Ini dendam lama yang ia lampiaskan. 

Satria Dharma berkali-kali ditolak cintanya oleh gadis yang ia sukai ketika dia masih culun. Sebetulnya ia bukan ditolak tapi ia tidak berani menyatakan cintanya karena sadar diri (‘minder’ adalah kata yang lebih tepat). Ia terlalu takut untuk ditolak karena katanya kalau cinta ditolak itu sakitnya melebih ibu beranak. Jadi gadis-gadis tersebut tidak pernah tahu bahwa mereka dikagumi dan diharapkan. Belakangan ia berhasil mempersunting seorang anak lurah yang cantik di sebuah desa kecil di Magetan. Sekarang ia hidup berbahagia dengan tiga orang anak dan seorang lagi anak asuh. Ia bahkan sudah melupakan siapa saja gadis yang pernah menolaknya tersebut. 

Nah, itulah daftar orang-orang gagal dan kegagalannya. Barangkali Anda juga tertarik untuk menuliskan betapa gagalnya Anda dalam hidup ini? 

Surabaya, 3 Juni 2017

Saturday, June 3, 2017 - 15:45
Kategori Rubrik: