Covid yang Bikin Pening

Oleh: Joko Hendarto

 

Melonggarkan pembatasan sosial, itu berarti meningkatkan peluang transmisi Covid-19. Orang sakit bisa tambah banyak, rumah sakit kita bisa kelebihan beban. Harapan terakhirnya ya seberapa kuat sistim imun kita melawan penyakit ini. 

Meneruskan pembatasan sosial, yang ujungnya entah sampai kapan, bisa berujung kolapsnya ekonomi kita. Ini saja baru dua bulan, bukan lockdown, dan ekonomi kita terpangkas separuhnya. Perdagangan, transportasi, industri jasa, manufaktur pada runtuh. Ekspor jatuh, tak ada devisa. Daya beli kita anjlok. 

 

Lebih 2 juta orang di PHK, dari berita banyak pengusaha yang mengaku cuma punya kas sampai Juni. Orang yang akan kehilangan pekerjaannya bisa jadi lebih banyak lagi. Ada sekitar 40 juta orang akan jatuh miskin oleh wabah ini, dan akan terus bertambah jika ekonomi tak kunjung berputar. 

Hmmm, dua-duanya pilihan tak mudah. Implikasi keduanya bisa membunuh dengan caranya masing-masing. Covid dengan meluluhlantakkan paru-paru. Kemiskinan dengan membuat orang lapar, membuat orang marah dan bisa jadi melakukan segala cara agar tetap hidup.

Saya bayangkan orang-orang yang harus mengambil keputusan sulit dalam keadaan ini. Macam makan buah simalakama.

Ah, bagi saya Covid-19 ini juga mengajarkan kesetimbangan. Dalam berpikir, dalam bersikap. Semoga Vaksin segera bisa ditemukan. Pandeminya berlalu. Kita tetap sehat, lahir dan batin. Amin.

 

(Sumber: Facebook Joko Hendarto)

Thursday, May 21, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: