Covid Itu Serius Bukan Bercanda

ilustrasi
Oleh : Erta Priadi Wirawijaya
Ada tokoh tampaknya pintar, banyak follower. Tidak ada yang perlu ditakutkan katanya, COVID19 tidak diobati juga sembuh sendiri katanya. Bagi sebagian besar orang memang demikian, tapi bagi beberapa orang dengan penyakit penyerta, atau yang secara genetik rentan penyakit ini bisa sangat mematikan.
Sudah sering dilaporkan ada satu keluarga, bapak, ibu, anak-anak nya meninggal karena terkena COVID19. Orangtuanya memang iya ada ada penyakit penyerta, tapi anak-anaknya tidak punya punyakit penyerta ternyata bisa kena COVID19 yang berat dan meninggal. Kalau seperti ini kemungkinan faktor genetik memiliki peranan. Seumur hidup saya, baru COVID19 yang bisa membunuh satu keluarga dengan cepat seperti ini. Penyakit yang lain tidak ada yang demikian. Jadi penyakit ini tidak bisa juga dianggap ringan hanya karena mayoritas "sembuh sendiri".
Beliau mengaku sempat bergejala COVID19, tapi di abaikan saja. Batuk, demam, tidak hilang penciuman. Tidak diperiksa tidak diobati, tidak sampai isolasi mandiri, akhirnya juga sembuh sendiri. Ya kalau memang terkena COVID-19 lantas sembuh sendiri alhamdulilah selamat. Tapi kenyataannya ada juga yang tidak terdeteksi, tidak diobati, kondisi memburuk malah meninggal dirumahnya. Ada pula yang dibawa ke RS tapi penuh karena tidak kebagian ruangan rawat dan akhirnya meninggal di jalan. Ada juga yang seperti orang itu, bergejala, mengganggap ah cuma sakit biasa, tidak diperiksa tetap kerja seperti biasa hingga akhirnya menularkan penyakitnya ke orang lain. Ini dzalim... Ini membahayakan, ini yang menyebabkan COVID19 sulit terkendali di Indonesia.
Dalam keadaan pandemi seperti ini setiap orang punya kewajiban berusaha menjaga diri dan keluarganya untuk tidak tertular COVID-19. Kalau ada kemungkinan kena lalu tidak diperiksa, tidak isolasi, apalagi tidak pake masker maka itu merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Anda mungkin sehat, selamat, tapi orang lain bisa jadi sakit dan tidak seberuntung anda.
Untuk yang terkena tolong jangan ditutupi. Kena COVID19 bukan aib. Jangan coba diselesaikan sendiri, lagi susah seperti ini semua harus saling bantu. Di komplek tempat saya tinggal ada 2 keluarga yang positif. Ibu-ibu paguyuban aktif udunan dan kirim makanan dan kebutuhan sehari-hari keluarga yang sedang sakit itu. Jangan diselesaikan sendiri. Ini justru bahaya.
Sumber : Status Facebook Erta Priadi Wirawijaya
Thursday, January 28, 2021 - 10:30
Kategori Rubrik: