Covid dan Peradaban Manusia

ilustrasi
Oleh : Thomy Setiawan
 
Covid-19 sudah hampir 9 bulan mengaduk-aduk kehidupan manusia
Cahaya terang di ujung terowongan seolah masih belum terlihat
Panik, cemas, takut dan frustasi, mengisi hari-hari
Setiap hari, orang hanya sibuk berbicara soal DATA
Berapa pertumbuhan pasien Covid, bagaimana kesiapan rumah sakit, bagaimana progres vaksin, dsb... dsb...
Tapi manusia LUPA satu hal:
Yaitu bahwa Covid-19 sejatinya dihadirkan agar manusia itu mau MERENUNG
Tidak saja merenung soal hakikat di balik wabah ini
Tapi juga merenungkan bahwa RASA TAKUT adalah musuh yg lebih berbahaya dibandingkan virus Covid-19 itu sendiri
Dan rasa takut ini timbul karena LOGIKA manusia yg terlalu dominan
-------------------------
Jaman dulu,
Manusia itu hidupnya sangat dekat dengan hewan, tumbuhan, bahkan dedhemit
Boleh dibilang, dunia ini dishare secara "rata" pada semua mahluk Tuhan
Lihat saja kisah RAMAYANA, kisah itu bukan sekedar dongeng, tapi memang begitulah gambaran kehidupan masa lalu
Awalnya manusia, hewan, dedhemit dan bangsa raksasa, memang hidup berdampingan
Lalu,
Manusia berevolusi, dimana logika manusia berkembang jadi semakin dominan
Dhedemit memisahkan diri dan menepi di alam lelembut
Hewan membatasi komunikasi dgn manusia
Tapi masih ada sedikit kaum raksasa
Lihat saja kisah MAHABHARATA, ada transisi kehidupan di situ. Masih tersisa sedikit relasi antara manusia dan bangsa raksasa
-------------------------
Lalu manusia pun sampai pada siklus akhir evolusinya
Dimana logika adalah segala-galanya.....
Data & fakta adalah jendela utama kehidupan....
"Rasa" atau olah rasa, menjadi sesuatu yg absolete, kuno dan terbelakang
Di kisah perwayangan, ini terjadi di era Prabu PARIKESIT dan sesudahnya
Manusia sangat mendewakan logika, sampai di satu titik, fenomena kehidupan TIDAK LAGI bisa dijelaskan dgn logika, maka timbulah FRUSTASI
Manusia jadi merasa tidak berdaya menghadapi fenomena-2 dalam hidupnya
Itu adalah pertanda dari akhir siklus, bahwa sudah saatnya manusia kembali lagi ke siklus awalnya
RASA harus kembali dipertajam...
DIRI SEJATI harus kembali digali, seperti Bhima yg berkelana mencari Sang Bhima Suci
Karena toh ALLAH itu tidak akan pernah bisa dijangkau dengan logika, tapi jangkaulah dengan hati
DENGAN OLAH RASA
----------------------
Rahayu...
Rahayu...
Rahayu...
.........
.
.
.
Sumber : Status Facebook Thomy Setiawan
Saturday, September 26, 2020 - 18:30
Kategori Rubrik: