Covid 19 Katanya Pembohongan Publik

ilustrasi

Oleh . Ahmad Sarwat, Lc.MA

Tadi malam saya dapat curhatan dari seseorang. Dia cerita bahwa pengurus masjid dekat rumahnya berwacana dan meyakini bahwa bencana covid suatu penipuan publik.

Oleh karena itu rencananya masjid mau dibuka kembali termasuk untuk Jumatan.

Padahal selama ini masjidnya nggak pernah disterilkan. Karpetpun tidak pernah digulung. Jamaah sholat tetep diadakan dan tanpa bawa sajadah.

Yang parahnya, sesepuh dan tokoh besarnya juga sama, menganggap covid ini hanya rekayasa pemerintah. Sangat mungkin karena dicekokin anak-anaknya.

Anaknya adalah imam di masjid itu. Nah si imam ini yang berfatwa bahwa covid ini adalah PENIPUAN PUBLIK.

Dalam ceramahnya, dia protes mau sampe kapan begini? Semua ini nggak logis, katanya. Pasti ini cara komunis atau konspirasi jahat international dalam rangka merusak umat Islam, menghancurkan ekonomi rakyat dan bla bla bla.

* * *

Saya hanya bisa tertunduk diam tidak bisa bicara. Kalau yang ngomong sembarangan kayak gitu itu tukang ojek pangkalan sambil ngutang di warung kopi, terserah lah.

Tapi ini pak imam masjid. Dia yang punya masjid, dia yang punya kebijakan. Semua perkataannya didengar orang.

Entah kena cekok siapa, tiba-tiba mabok ngomong ngawur ngaco, bawa-bawa kebohongan publik segala.

Dia mau segera buka masjid lagi, karena menurutnya korban covid itu kebanyakan sembuh. Maka covid itu tidak mematikan. Dan yang pada mati itu bukan karena covidnya. Sehingga tidak perlu khawatir, biasa-biasa saja. Yang pada mati itu justru karena stres berlebihan.

Saya cuma bisa sedih . . .

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Sunday, May 31, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: