Covid 19 : Jakarta dan Sikap Kita

ilustrasi

Oleh : Mamang Haerudin

Covid-19 ini musuh kita bersama. Saya bersyukur untuk persoalan ini teman-teman hijrah dan para ulama panutannya masih sependapat dengan Pemerintah. Masih ada satu dua orang yang ulama atau bukan, yang mbalelo itu dianggap wajar dan angin lalu saja. Belakangan yang menjadi semacam ganjalan itu Pemerintah DKI Jakarta dan influencer hijrah yang terus menyuarakan tagar #karantinawilayah. Meskipun bagaimana konsep dan batasannya, tidak begitu jelas. Bahkan kecenderungannya adalah emosi dan sentimen terhadap Presiden Jokowi.

Saya harus mengatakan, sumber keresahan Covid-19 ini adalah Jakarta. Meskipun tidak semua, dan bukan berarti saya men-generalisir. Mari kita lihat Surabaya, Bandung, Bali, Semarang dan kota-kota besar lainnya, paling tidak, tidak seheboh Jakarta. Ini penting saya sampaikan agar kita tetap tenang dan proporsional. Termasuk manakala Pemerintah Kota Tegal melakukan lockdown, mestinya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah pusat. Saya sendiri di Cirebon bersyukur, kenyataannya tidak seheboh di media sosial, apalagi seperti Jakarta.

Saya juga mengapresiasi para pemimpin daerah yang begitu sigap, bahkan menginisiasi gaji bulanannya untuk membantu persoalan Covid-19. Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, masih layak dijadikan idola pemimpin kita. Pendekatan dan sikapnya dalam menghadapi persoalan ini, tetap sigap dan santun. Bahkan mampu memanfaatkan media sosial dan sumber daya lain untuk semakin mengetatkan kinerja. Saya masih yakin, agar warga Jakarta khususnya, mari tetap ikuti arahan Pemerintah pusat. Pemprov DKI tetap jaga koordinasi dengan Pemerintah pusat, jangan berjalan sendiri.

Beruntung juga para artis, public figure yang terus berupaya menghibur Indonesia dengan banyak kegiatan donasi dengan hiburan. Oleh karena itu, kepada para influencer, teman-teman hijrah dan siapapun itu, kita harus mengedukasi masyarakat, jangan menakut-nakuti, apalagi sampai mbalelo terhadap Pemerintah pusat. Apapun usulan dan masukan silakan disampaikan, tentu dengan cara-cara yang elegan, bukan dengan serampangan dan emosi. Terus berbuat baik semampu kita, jangan mengolok-olok dan menuding.

Wallahu a'lam

Sumber : Status Facebook Mamang M Haerudin (Aa)

Thursday, April 2, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: