Covid 19 Biasa Saja, OTG Buktinya

ilustrasi

Oleh : Nurul Indra

OTG oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diartikan sebagai orang yang tidak merasakan gejala tetapi berpotensi positif tertular virus (corona). Yaitu, pernah kontak dengan orang dengan kasus corona.

Ahli menyebutnya sebagai "asimtomatik covid 19". Yaitu, orang yang positif terinfeksi corona tetapi tidak merasakan gejala.

Orang terinfeksi namun tidak merasakan gejala sakit sudah ada sejak era demam tifoid tahun 1900an.

William Petri, seorang profesor bidang kedokteran dan mikrobiologi di University of Virginia mengatakan, setidaknya 5 hingga 25 persen orang yang terinfeksi flu tidak merasakan gejala.

Jadi, OTG atau asimtomatik tidak hanya terdapat pada penyakit covid 19 saja. Tetapi juga pada flu biasa, bahkan juga infeksi karena bakteri.

Terinfeksi bakteri dan virus tetapi tidak merasakan gejala adalah hal yang wajar. Lantas, berapa banyak OTG atau orang terinfeksi corona tetapi tidak merasakan sakit?

Jumlah pastinya tidak diketahui. Hanya saja, menurut serosurvey untuk mengetahui antibodi terhadap SARS CoV-2 yang belum lama ini dilakukan di New York, 1 dari 5 orang antibodinya telah terbentuk. Kebanyakan dari mereka tidak pernah merasa sakit.

Lalu, seorang dokter di Boston menguji 397 tunawisma (di Indonesia jadi gelandangan kan ya) 36 persen dari mereka positif covid 19 namun tidak merasakan sakit.

Tahukah kamu, 30 perseb warga Jepang yang dievakuasi dari Wuhan juga tidak merasakan sakit meski positif covid 19?

Dan, sebuah penelitian di Italia, meski belum dilakukan peer review, juga menemukan 43 persen orang yang positif covid 19 tapi tidak merasakan gejala.

Jika kita pakai teori 1 orang menularkan 40 orang, maka OTG bukan hanya orang kontak dengan nakes perawat pasien corona, pasien positive corona, orang yang serumah dengan postive corona, orang yang tak terlacak pernah kontak dengan pasien corona.

Tapi, OTG itu juga orang yang pernah mengunjungi (atau berada di) zona merah, kontak dengan orang yang berasal dari zona merah.

Bisa jadi juga habis pegang benda asing di (dari) luar rumah dan lupa cuci tangan trus sentuh-sentuh hidung dan mulut. Misalnya habis pegang duit kembalian dan barang belanjaan. Hal ini karena virus sudah menyebar.

Dengan begitu, maka sebenarnya seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah 273 juta orang sudah berpotensi OTG.

Bisa jadi jika dilakukan rapid test, 273 rakyat Indonesia sudah positif corona. Tetapi hari ini yang menjadi ODP hanya 237ribu dan PDP 24ribu. Mereka merasakan sakit meski belum tentu karena corona. Anggap saja positif corona, artinya yang merasakan sakit ringan hanya 0.09 persen dan yang sakit serius 0.009 persen.

Tapi masuk akal nggak sih, mereka yang demam, batuk dan pneumonia dianggap sakit covid 19 semua? Lalu yang terkena influenza, pneumonia, atau terinfeksi virus dan bakteri lainnya gak ada sama sekali?

Apakah ini hal buruk? Oh justru ini kabar baik.

Kalau gw saat ini dilakukan rapid test hasil positif dan gw baik-baik saja gak merasakan gejala apapun, artinya virus ini gak semengerikan yang ditakutkan bukan?

https://www.google.com/…/a-physician-answers-5-question…/amp

https://theconversation.com/infected-with-the-coronavirus-b…

Sumber : Status Facebook Nurul Indra
 
Monday, May 4, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: