Covid 19 Bencana Terbesar Abad Ini

ilustrasi
Oleh : Buyung Kaneka Waluya
 
Pandemi Corona..., telah menjadi salah satu bencana terbesar di abad ini.
Peristiwa ini..., hendaknya menjadi pembelajaran bagi kita semua.
Ternyata secanggih apapun penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan..., seakan tidak berarti apa-apa.
Doa dari ahli agama agar wabah Corona ini segera berakhir..., juga seakan tidak dikabulkan.
Negara yang sangat protektif terhadap penjagaan kesehatan..., ternyata masih kebobolan juga oleh virus ini.
Corona seakan sedang mengajarkan kepada kita..., bagaimana seharusnya menjadi makhluk di planet bumi ini.
Untuk membunuh..., Corona tidak memerlukan kecanggihan alutsista seperti untuk berperang.
Virus yang teramat sangat kecil ini..., dengan mudah membunuh ribuan manusia di berbagai belahan dunia.
Corona seakan menantang..., ilmu apa lagi yang dimiliki manusia agar dapat mencegah penyebarannya.
Kalau bicara tentang ketuhanan..., siapa pula yang merasa paling tahu dan paling dekat dengan Tuhan mampu berdoa..., agar virus ini dihentikan.
Siapa pula yang suka mengkafir-kafirkan orang lain..., di tengah wabah Corona ini mampu menunjukkan kesucian dan kemujaraban doanya kepada Tuhan.
Semua ternyata omong kosong...!
Corona telah menunjukkan kepada kita..., betapa manusia tidak akan mampu berbuat apapun ketika alam menghendaki.
Corona telah memberikan jawaban..., betapa kecanggihan berpikir dan kemampuan Artificial Intelligance (AI) maupun tingginya ilmu agama tidak akan menolong manusia..., ketika alam menghendaki terjadinya kehancuran.
Satu-satunya cara yang dapat dilakukan oleh manusia..., adalah berkaca..., mawas diri..., dan introspeksi.
Takdir atau karma yang terjadi pada seseorang..., adalah buah dari perilakunya sendiri.
Itulah hukum alam..., yang tidak pernah dapat dielakkan sepanjang sejarah kehidupan manusia di muka bumi.
Perilaku merusak alam..., saling menghancurkan sesama penghuni bumi..., adalah perbuatan yang akan berbuah takdir atau karma.
Ahli-ahli agama..., hanya berkoar menjual ayat suci untuk menakut-nakuti manusia lain.
Perilaku dan kata-kata mereka yang sok dekat dengan Tuhan..., hanyalah omong kosong yang tidak ada artinya.
Fakta yang terjadi adalah..., bahwa virus Corona telah meluluh-lantakkan seluruh sendi kehidupan manusia...: politik..., bisnis..., ekonomi..., moneter..., pendidikan..., kesehatan..., sosial..., budaya..., olahraga..., dan lain sebagainya.
Bahkan kontinuitas kehidupan manusia diuji di sini..., manusia sedang disaring.
Siapa yang mampu bertahan hidup..., dan siapa yang harus menuai ajal.
Ini adalah seleksi alam..., yang tidak berada dalam kewenangan manusia untuk menghentikannya.
Oleh karena itu...; perintah untuk social and physical distancing...; adalah kesempatan bagi setiap diri manusia untuk merenung dalam keheningan..., berkontemplasi dengan alam semesta.
Berdialog dengan pikiran dan perasaan..., tentang apa yang telah diperbuat selama mengarungi kehidupan ini.
Bagi yang merasa dirinya bertuhan..., maka sekarang adalah saat yang tepat menyatukan rasa..., pikir..., dan bathin...; untuk menjadi kekuatan berdoa kepada Tuhan tanpa batas atau sekat atau frame agama.
Bagi yang merasa dirinya tidak bertuhan..., maka sekarang adalah saat yang tepat untuk menyatukan rasa..., pikir..., dan bathin untuk menjadi kekuatan berdialog dengan diri sendiri atau alam semesta..., untuk terwujudnya feedback energi positif yang bersifat membangun.
Melalui penyatuan pikir..., rasa..., dan bathin...; maka akan menguatkan kembali moral kita.
Moral positif yang membangun..., demi tercapainya kedamaian dan kemakmuran dalam kehidupan di dunia ini.
Rahayu
 
Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya
 
 
 
 
519519
64 comments
74 shares
Like
 
 
Share
 
 
Saturday, September 19, 2020 - 12:15
Kategori Rubrik: