Corona oh Corona

ilustrasi

Oleh : Abdul Wahab Ahmad

Dulu yang sering saya dengar orang-orang komplain karena pekerjaannya di luar rumah dibatasi. Bagaimana bisa bisa membuat dapur tetap mengebul kalau tak kerja? Begitu kata orang.

Selanjutnya bidang ekonomi mulai longgar. Orang-orang komplain soal rumah ibadah yang masih dibatasi. Giliran ke pasar boleh, tapi giliran ke masjid dihalangi. Apa mau musibah makin turun dari langit? Begitu kira-kira kata orang.

Lalu rumah ibadah pun kini dibuka kembali dan shaf-shaf sudah banyak rapat kembali. Isunya kini berubah ke sekolah. Orang-orang komplain kenapa sekolah belum masuk juga padahal di banyak tempat terjadi keramaian?

Beberapa orang tua anak TK dan SD mengeluh dengan sistem belajar online yang membuat mereka harus ikut sekolah lagi bersama anak-anaknya, jadi tak bisa kerja katanya. Orang Tua siswa yang sudah lebih dewasa mengeluhkan soal budget yang lebih besar untuk biaya belajar online anaknya di samping SPP yang tak dikurangi meski tak memakai fasilitas sekolah.

Entah bagaimana edisi selanjutnya dari episode corona ini. Semoga saja cepat selesai. Ataukah sekarang bisa dianggap sudah selesai episode corona ini seolah cerita fiksi yang telah tamat? Hmmm....

Sumber : Status Facebook Abdul Wahab Ahmad

Tuesday, July 28, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: