Corona dan Agama

ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Menyimak komentar para mubalig, baik MD, NU maupun dai dari ormas lainnya tentang corona, saya cek satu persatu, saya betul-betul mengelus dada.

Ada yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan hobi dan kebiasaannya; menakut-nakuti masyarakat. Sebelum pendemi corona melanda dunia, beberapa orang ini memang jualannya menebar ketakutan.

Dia diundang dan didengar karena ceramah dengan konten yang isinya menakut-nakuti itu. Ternyata segmennya juga tidak kecil, ada sisi dalam diri kita yang terpuaskan setelah mendengar informasi menakutkan, konspiratif penuh intrik.

Bukan hanya film horor tapi ceramah horor juga banyak peminat. Bukti banyak peminat ustadz jenis ini bisa tambah gemuk, tambah makmur dan masih bernyawa sampai sekarang dengan profesinya itu.

Di NU juga sama, tokoh-tokoh kharismatik dari Pasuruan, Solo, Sidoarjo, dan lain-lain cenderung menyepelekan bahaya virus ini. Saya paham, tujuannya supaya masyarakat tenang. Tapi sayangnya cara bicara mereka menunjukan kurangnya informasi soal corona yang mereka dapat sebelum mereka bicara dihadapan jamaahnya.

Retorikan, nada, cara bicara dan kalimat-kalimatnya membuat saya menggelengkan kepala, pak Yai, pak Ustadz kalau virus ini tidak berbahaya, tentu China tidak perlu membuat RS darurat, tidak perlu menghabiskan anggaran 227 Triliun dalam dua bulan.

Belum lagi kerugian materil dari tidak berjalannya kegiatan ekonomi dibanyak provinsi, khususnya di wuhan. Dan dampaknya dirasakan hampir semua negara di dunia. Bahan masker saja kita impor dari china, sekarang corona masuk Indoenesia, china belum mau ekspor bahan, kita kelabakan.

Menurut penelitian corona mematikan hanya 0.01% dari semua kasus, tapi letak bahaya virus ini pada penyebarannya yang super cepat, korban yang terjangkit beberapa kali lipat dari kapasitas lembaga kesehatan. Itu saja sudah cukup membuat satu negara chaos.

Mungkin ini konyol, tapi saya kira sementara ini soal corona kita hanya dengar penjelasan dari otoritas terkait, pemerintah dan pakar kesehatan. Soal corona kita tidak perlu mendengarnya dari pemuka agama.

Sumber : Status facebook Ahmad Tsauri

Wednesday, March 18, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: